News

Wow.. Penulis Novel Asal Makassar Ini Masuk 10 Besar Nominasi Fiksi Terbaik Nasional

calabai

Wow.. Penulis Novel Asal Makassar Ini Masuk 10 Besar Nominasi Fiksi Terbaik Nasional

MAKASSAR – Warga Sulsel patut bangga dengan sosok satu ini, lantaran karya novelnya masuk dalam 10 besar karya terbaik Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) ke-17 tahun 2017.

Adalah Saprillah Syahrir dengan karyanya dalam Novel “CALABAI: Perempuan dalam Tubuh Lelaki”.

Pria kelahiran Malangke, Luwu Utara ini tak menyangka karyanya bakal masuk nominasi penghargaan Nasional tersebut. Sebab, selama ini ia mengaku tak pernah berharap penghargaan.

Saprillah Syahir saat foto bareng dengan salah satu fansnya, beberapa waktu lalu  (foto : tribun timur)

Saprillah Syahir saat foto bareng dengan salah satu fansnya, beberapa waktu lalu (foto : tribun timur)


“Saya tidak menyangka (masuk nominasi), karena saya menulis hanya untuk menulis saja,” kata Pepi, sapaan Saprillah, Minggu (10/9/2017).

Dikutip dari Goodreads.com, Karya fiksi Pepi ini menceritakan tentang tokoh Saidi yanh tak pernah berharap takdir menggiringnya ke “kawasan antara”.

Ia lahir berkelamin lelaki, tetapi tabiatnya sangat perempuan. Calabai, begitu orang-orang menyebutnya. Ayahnya, Puang Baso, marah dan menolak anak lelakinya menjadi “perempuan”.

Tak ingin menggoreskan luka lebih dalam di hati orangtuanya, Saidi memilih pergi.

Pertemuan dengan seorang lelaki sepuh bersurban putih di dalam mimpinya telah membakar gairahnya untuk bertualang ke Segeri, negeri bissu, yaitu para pemuka spiritual yang telah melampaui sifat laki-laki dan sifat perempuan di dalam dirinya, bertugas untuk menjaga keseimbangan alam.

Di sana ia menekuri ilmu-ilmu warisan leluhur. Di sana pula ia menemukan jati dirinya: menjadi bissu.

Calabai adalah sebuah novel tentang jiwa perempuan yang terperangkap dalam tubuh lelaki—tubuh yang pemiliknya sendiri kerap gagap memahaminya.

Calabai mengulik sisik-melik kehidupan bissu, ahli waris adat dan tradisi luhur Suku Bugis, yang dipercaya menjadi penghubung antara alam manusia dan alam Dewata.

Berikut daftar nominasi Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) ke-17 tahun 2017, yang dikutip dari dinding Facebook pendiri penghargaan tersebut, Richard Oh.

Berikut ini 10 besar Kusala Sastra Khatulistiwa ke-17 kategori Fiksi, disusun secara acak:

Kategori Fiksi

  • Pagi Yang Miring Ke Kanan karya Afrizal Malna
  • Tanah Surga Merah karya Arafat Nur
  • Pingkan Melipat Jarak karya Sapardi D.Damono
  • Saya Tidak Boleh Berbicara Sejak Bayi Demi Kebaikan-Kebaikan karya Edi A.H Iyubenu
  • Calabai: Perempuan Dalam Tubuh Lelaki karya Pepi Al-Bayqunie
  • Cerita Tentang Tuan Kecil dan (Sedikit) Tentang Tuan Besar karya Wendok
  • Bakat Menggonggong karya Dea Anugrah
  • Lengking Burung Kasuari karya Nunuk Y. Kusminana
  • Telembuk, Dangdut dan Kisah Cinta Yang Keparat karya Kedung Darma Romansa
  • Dawuk: Kisah Kelabu Dari Rumbuk Randu karya Mahfud Ikwan.

Komentar Pembaca

SPACE IKLAN

POPULER

SPACE IKLAN
To Top