News

Wahid Tahir : Penyuluh Agama harus Jadi Inovator bukan Provokator

Kakanwil Kemenag Sulsel H. Abd. Wahid Thahir mengingatkan tenaga penyuluh agama Islam se Kab. Sinjai untuk terus meningkatkan profesionalisme kerja. Karena menurutnya, makna dari profesionalisme adalah adanya peningkatan kemampuan secara terus menerus yang mempunyai mutu atau kualitas yang baik.

Hal tersebut dikatakan Kakanwil dihadapan Penyuluh Agama Islam Fungsional dan non PNS se Kab. Sinjai pada kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Islam yang dilaksanakan Seksi Bimas Islam, di Aula Kantor Kemenag, Senin (20/2).

Dikatakan KaKanwil yang didampingi Kakankemenag dan Pelaksana Kasi Bimas Islam bahwa Penyuluh Agama Islam yang tersebar di setiap Kecamatan adalah bagian dari Kementerian Agama yang telah dianggap cakap dan mampu dalam tugas kepenyuluhan.

Menurut mantan Kabid Pontren ini, Penyuluh Agama Islam sebagai ujung tombak Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat mempunyai tanggung jawab yang sangat besar, dimana Penyuluh Agama Islam harus menjadi inovator di tengah masyarakat, bukan malah menjadi provokator.

Olehnya itu beliau mengingatkan penyuluh untuk bisa berperan secara maksimal dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama masyarakat. Penyuluh itu harus mampu berperan dengan baik dan maksimal dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat dalam menumbuhkan penguatan kehidupan beragama ditengah-tengah masyarakat, tugas pokok kita adalah memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat.

Disamping itu yang tidak kalah pentingnya, penyuluh harus bisa menjadi penangkal isu-isu miring ditengah masyarakat, tanggap dengan keadaan, harus mewaspadai provokasi. Disinilah peran penting Penyuluh Agama Islam sebagai pioner yang akan menjadi penerang di tengah masyarakat, jelas Ka. Kanwil.

Karenanya, Ka. Kanwil meminta kepada Kakan Kemenag dan Kasi Bimas Islam untuk terus melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap seluruh Penyuluh Agama Islam non PNS yang baru di SK kan. “Kalau ada yang hanya mau numpang lewat tidak bisa melaksanakan tugas dengan baik, maka jangan segan-segan untuk memberlakukan sanksi dengan PAW (Pengganti Antar Waktu) tegasnya.

(Humas)

Komentar Pembaca

SPACE IKLAN

POPULER

SPACE IKLAN
To Top