Jalur9.com – Beberapa teror telah terjadi di beberapa Negara termasuk di tanah air. Belum lama ini terror terjadi di Nice, Negara Perancis, Kamis malam (14/07). Dan Jum’at, (22/7) terror kembali terjadi di Munich, Jerman. Oleh banyak kalangan, terorisme dianggap tidak sesuai dengan tujuan agama manapun.

Sebagaimana dilansir nu.or.id, sikap yang merusak tatanan kebangsaan dan mengakibatkan banyak korban nyawa itu oleh banyak kalangan dianggap bertentangan dengan agama. Sebagaimana disampaikan Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, H. Muslimin Abdilla, hal seperti ini bertolak belakang dengan ajaran agama. “Teroris itu tidak mengenal agama,” katanya.

Teror yang terjadi selama ini dilakukan oleh banyak oknum, bahkan orang yang agnostik (tidak beragama) ataupun ateis (tidak percaya Tuhan) sekalipun.

“Apapun agama yang dianut, bahkan orang agnostik atau ateis sekalipun akan terjangkit penyakit sebagai teroris, yang senangnya bikin teror dengan menyasar hulu ketakutan manusia, sehingga manusia yang lain tidak berdaya di bawah ketakutan,” ujarnya.

Sementara di antara faktor yang mengakibatkan terjadinya teror adalah soal ekonomi dan politik. “Teror pasti untuk tujuan duniawi, yakni ekonomi dan politik,” jelasnya.

Untuk itu, sikap teror tak bisa disebut mengatasnamakan agama. Kalaupun ada, mereka hanya menjadikan agama sebagai propaganda belaka. “Cara melawannya adalah dengan ‘tidak takut’, dan agar tidak takut maka butuh bersatu, bersolidaritas. Tidak saja antaragama, tetapi antarmanusia yang secara bersama-sama menghuni bumi,” pungkasnya. (jib)