Fiksi

Tak Ada Padanan Kata “Terima Kasih” Di Sulselbar

Ketua DKN PPP-KI, Usman Sadiqin (tengah) di sebuah acara adat

MAKASSAR – Masyarakat Sulselbar tak mempunyai kosa kata terima kasih, atau padanan kata yang sangat persis untuk mengungkapkan hal tersebut.

Wilayah Sulselbar dalam etnis, Bugis, Makassar Toraja, Mandar dan lainnya memiliki kata lain dalam menyampaikan rasa terima kasih.

 

Masyarakat menggunakan ‘Kurru Sumange’. Meski kata tersebut sebenarnya bentuk pengungkapan yang lebih luas, seperti menyatakan simpati dan harapan-harapan besar.

 

“Wilayah Sulselbar memiliki ungkapan dalam menyampaikan rasa terima kasih, yakni Kurru Sumange’. Rasa terima kasih kadang pula tidak ditunjukkan dengan kata-kata, tapi dengan komitmen dan persaudaraan,” beber Usman Sadiqin, Ketua DKN Penerus Perjuangan Perintis kemerdekaan Indonesia (PPP-KI).

 

Meski begitu, masyakat juga menggunakan “Tarima kasih” serapan dari bahasa Indonesia Terima Kasih, Ini biasa kita dengar di daeah Mandar dan Makassar. Vocal suku kata “Te” berubah menjadi “Ta”.

 

Usman pria asal Sulsel ini, turut menyanyangkan penggunaan “Kurru Sumage” kini mulai memudar di tengah masyarakat, padahal kata tersebut memiliki unsur doa.

 

“Kurru Sumange’ merupakan perdaban tertinggi manusia bugis dan sekitarnya dalam bentuk kata. Sebab selain memiliki makna empati, terdapat juga makna simpati, doa dan harapan,” tandas Usman yang pernah menjabat sebagai Sekjen PB-PMII tersebut.

Komentar Pembaca

SPACE IKLAN

POPULER

SPACE IKLAN
To Top