MAKASSAR – Jalur 9.com Sari bambu sebagai minuman berenergi memang belum populer di kalangan masyarakat. Pasalnya, minuman ini dianggap penemuan yang baru, dan gaungnya belum laga terdengar. Setidaknya baru dalam dua tahun terakhir ini.

Salah satu orang mempopolerkan sari bambu sebagai minuman berenergi alami adalah Sumarno. Ketua PC GP Ansor Bulukumba ini memperkenalkan sari bambu di sejumlah wilayah di Sulselbar. Ia berkeliling menawarkan, menjelaskan dan membagikan minuman hasil sadap dari pohon bambu ini secara gratis.

Bagaimana teknik mendapatkan tetesan air dari pohon bambu, Kader Gerbang Tani Sulsel ini, menyampaikan secara umum prakteknya hampir sama dengan cara menyadap karet dan pohon-pohon lainnya.

“Pohon bambu yang akan disadap dipilih batang setinggi empat meter yang masih muda, dan ditebas pada diruas kelima, bambu yang terbuka ditutup dengan plastik.” jelas Sumarno yang juga dikenal aktivis lingkungan ini. Selasa (21/6/2016).

Bambu yang terbuka lantas berair, dan lambat laun menetes lemah. Tetesan ini ditahan dengan kantong kresek palstik yang dililitkan di bawah luka tadi yang berujung ke sebuah wadah yang telah disiapkan.

Dari sebatang bambu biasanya diperoleh lebih dari dua liter air, dengan proses penyadapan selama beberapa hari. “Air bambu tersebut lantas difermentasi dengan gula merah selama beberapa hari lagi,” lanjutnya.

Sumarno menegaskan sari bambu sebagai minuman berenergi alami, membuat tubuh semakin segar dan berstamina tinggi. Minuman ini mengandung kalium. Fungsi kalium sangat beragam, mulai dari pembentukan sel, pembentukan organ dalam tubuh, juga pembentukan jaringan.

Penasaran dengan minuman ini, silahkan dicoba.

Editor : AR