News

Subhanallah…. Luar Biasa Keikhlasan Gus Mus, Tangisnya Pun Ditahan

image

jalur9.com – Kamis lalu, Lewat akun Facebooknya, Kyai Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus mengabarkan berita wafatnya istri beliau, Hj. Siti Fatma. Kepulangan Nyai Fatma Mustofa menuju Sang Khalik terjadi tepat pada pukul 14:30 WIB di RSU Rembang.

“Mohon segala kesalahan almarhumah dimaafkan dan mohon doa semoga amal-amal baiknya diterima dan dosa-dosanya diampuni oleh Allah. Al-Fãtihah.” Tulis Gus Mus di akhir status facebooknya.

Mengenai bagaimana keikhlasan Eyang Kakung (sapaan lain Gus Mus) menghadapi peristiwa ini, dari kesaksian Prie Ge ES yang diunggah melalui akun facebooknya pada tanggal 1 Juli 2016, pukul 21:42 WIB.

“Lepas subuh aku sowan ke Rembang dengan kesiapan menemui pihak yang kehilangan. Tapi yang kutemui adalah Gus Mus yang memelukku seperti halnya memeluk hampir semua orang. Gagah. Tak mirip pihak yang kehilangan seperti yang kusiapkan di bayangan. Humor-humornya deras bermunculan.

Gus Mus berkata : Ya sudah. Dia sudah pergi. Aku mencintai. Tapi yang memanggil adalah Yang Memiliki yang pasti lebih baik dalam mencintai. Sejak tadi aku belum menangis. Sibuk mendahulukan tamu. Entah nanti. Nanti kalau sudah saatnya kan nangis sendiri. Anak-anak menangis. Tetapi kuminta secukupnya. Sementara mereka menangis aku malah sempat memotret Ibu. Mirip tidur. Persoalan kami berdua hanya ini saja: ia suka membersihkan meja, aku suka mengotori. Meja bersih. Tapi catatanku hilang semua. Sejak tadi yang salat jenazah tak henti-henti. Silih berganti. Keren ya istriku hehe..

Humor yang lupa kutertawai karena aku belum hidup di gelombang ini. Ia gelombang yang hanya dihuni oleh pribadi yang digambarkan Rendra: kemarin dan esok adalah hari ini. Bencana dan keberuntungan sama saja. Dan itulah yang terperagakan dari pribadi yang sedang di dekatku ini.”

(Ipul/Zul)

Komentar Pembaca

SPACE IKLAN

POPULER

SPACE IKLAN
To Top