Mapaba

Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Ilmu Menajemen Informatika (STIMIK) Handayani gelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) di rumah adat Pingrang, Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa (13/02/2016).

“Mapaba ini merupakan yang ke- XXI kalinya dilaksanakan. Kita berharap, Mapaba ini bisa berjalan dengan baik, dan melahirkan kader-kader PMII yang berkualitas,” kata Muliadi, ketua panitia pelaksana dalam sambutannya.

Mapaba yang mengusung tema “Menumbuhkan Kesadaran Intelektualitas dan Transformasi Mahasiswa Dalam Kerangka Pergerkan” ini diikuti sekitar 20 orang peserta yang juga merupakan mahasiswa STIMIK Handayani dari berbagai jurusan.

Ketua PMII Cabangan Makassar, Muhammad Basri dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan Mapaba tersebut. Menurutnya, Mapaba yang digelar selama dua hari itu merupakan Mapaba yang cukup luar biasa karena dihadiri beberapa Ketua Umum PMII dari daerah serta beberapa pengurus Korcab Sulsel.

“Saya sangat mengapreasi kegiatan Mapaba PMII. Menurut saya, kegiatan ini sangat spesial karena dihadiri beberapa pengurus dan ketua-ketua cabang dari daerah,” kata Basri dalam sambutannya.

Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Umum PMII Cabang Bone, Arsyad, Ketua Umum PMII Cabang Pare-pare, Saddang Bakri, Pengurus Korcab Sulsel, Presma STIMIK Handayani, Miswadi Mirwan, serta beberapa pengurus PMII dari daerah, seperti Palopo, Pare-pare dan Pingrang.

Sementara itu, Suaib Amin Prawono, juga nampak hadir pada hari kedua pelaksanaan Mapaba tersebut. Kehadiran mantan Ketua Umum PMII Cabang Makassar ini untuk menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.

“Selain sahabat Ahsan dan beberapa senior yang lain, kita juga sengaja mengundang Sahabat Suaib untuk menjadi pembicara dalam kegiatan ini. Suaib diminta untuk membawakan materi NDP PMII,” kata Muliadi ke IKA-PMII Sulsel.

Dalam pemaparan materinya, Suaib meminta agar kader-kader PMII bisa lebih intens melakukan kajian keislaman, mengingat dewasa ini gerakan kelompok fundamentalis semakin massif bergerak, dan itu tidak hanya terjadi di kota-kota dan daerah, tapi juga sudah mulai menyasar kampus-kampus dan sekolah umum. Olehnya itu, Suaib meminta agar kader-kader PMII intens mengikuti diskusi yang digelar oleh IKA-PMII Sulsel.

“Setiap bulan IKA-PMII Sulsel dan Jaringan GUSDURian Sulselbar menggelar diskusi, dan saya minta  adek-adek bisa mengikuti kegiatan rutin tersebut, agar wawasan keagamaan dan keislaman kita bertambah,” papar Koordinator Jaringan GUSDURian Sulselbar ini.