News

PKB Sulsel Tolak Keras FDS

IMG_1801

MAKASSAR – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Suslel menolak keras rencana Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberlakukan sekolah delapan jam dan lima hari atau Full Day School (FDS) dengan alasan apapun.

Ketua PKB Sulsel, Azhar Arsyad, menyatakan penolakan itu, setelah mendengar masukan dari sejumlah masyarakat, dari kalangan pesantren, warga Nahdliyin dan kader PKB. Mereka menolak keras kebijakan yang digulirkan digulirkan Mendikbud, Muhadjir Effendy.

“Kita mendengar dan mengikuti aspirasi rakyat agar mencabut kebijakan FDS. PKB Menolak FDS, karena ini hal prinsip bagi masyarakat dan warga nahdliyin,” jelas Azhar.

Menurut mantan Koordinator FIK Ornop Sulsel tersebut, FDS berpotensi merusak eksistensi madrasah, dan tidak sesuai dengan model dan karakter pendidikan yang sudah membumi di Indonesia.

PKB sendiri meminta anggota DPRD kabupaten-kota di Sulsel untuk melakukan komunikasi dan lobby dengan pemerintah daerah setempat terkait pembatalan FDS.

Madrasah sendiri adalah instansi pendidikan warisan beberapa tokoh dan ulama bangsa. Beberapa ulama serta orang-orang menyatu membuat instansi pendidikan untuk mengajarkan pendidikan agama, karakter serta ciri-khas pada warganya.

”Inspirasi FDS ini tidak cocok, negara ini kuat atas tokoh dan ulama yang melalui dan mendirikan program pendidikan madrasah diniyah,” tambah Azhar.

Dibeberapa tempat, penolakan program full day school menggema. Program itu dinilai akan mematikan kehadiran madrasah diniyah (Madin) di sejumlah wilayah.

“Kita berharap Pemerintah mendengar dan mengikuti aspirasi rakyat agar mencabut kebijakan FDS. Karena itu, sikap kita jelas bahwa kebijakan ini bertentangan dengan upaya-upaya kita membangun karakter bangsa,” tandasnya.

Komentar Pembaca

SPACE IKLAN

POPULER

SPACE IKLAN
To Top