News

Persiapan Dzikir Kebangsaan Sudah Hampir 100 Persen

hery

Sekretaris Jenderal Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW), Hery Haryanto Azumi, mengungkapkan bahwa persiapan acara Dzikir Kebangsaan di Istana Negara pada 1 Agustus 2017 mendatang sudah sudah hampir 100 persen. Para tamu undangan sudah selesai didata dan undangan mulai didistribusikan.

“Alhamdulillah, persiapan sudah hampir 100 persen. Undangan sudah mulai didistribusikan. Ada sekitar 2000 peserta dari berbagai elemen bangsa. Bahkan mungkin bisa lebih,” terang Hery Haryanto Azumi, Rabu (26/07/2017).

Dzikir Kebangsaan yang nantinya diberi tema “Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan Indonesia” sejatinya merupakan keinginan Presiden Joko Widodo yang diutarakan pada Halaqoh Nasional Alim Ulama di Hotel Borobudur Jakarta, 13 Juli 2017 lalu. Majelis Dzikir Hubbul Wathon ditunjuk oleh Presiden untuk menyelenggarakan acara tersebut.

Tak pelak, berbagai dukungan pun mengalir terhadap terselengraranya acara tersebut, mulai dari akademisi hingga para kyai. Lulusan Universitas Harvard yang kini menjabat sebagai peneliti utama Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dadi Darmadi, misalnya, menyambut baik langkah MDHW yang bekerjasama dengan pemerintah akan menyelenggarakan Dzikir Kebangsaan.

“Dzikir Kebangsaan suatu langkah yang positif. Pemerintah dan para sesepuh ormas melakukan dzikir dan do’a untuk bangsa,” ungkap Dadi Darmadi di gedung Sekolah Pascasajana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Dadi Darmadi yang juga dosen sosiologi dan antropologi di UIN Syarif Hidayatullah tersebut mengungkapkan bahwa dzikir di Istana Negara merupakan wadah bagi pengembangan ulama’ melihat realitas negara.

“Dzikir Kebangsaan bisa sebagai wadah pengembangan ulama agar bisa melihat agama termasuk bagian dari realitas negara. Dengan begitu, sisi positif agama bisa diterapkan ke negara,” lanjut pria lulusan antropologi sosial dari Harvard University tersebut.

Selain Dadi Darmadi, dukungan juga mengalir dari Pimpinan Pusat Majelis Taklim Qashrul ‘Arifin Plosokuning Yogyakarta, Gus Ruhullah Taqi. Putra dari KH. RM Irfa’I Nachrawi (pengasuh Pondok Pesantren Kespuhan QA Atas Angin) itu mendukung penuh rencana MDHW bekerjasama dengan Istana Negara mengelar acara Dzikir Kebangsaan.

Menurutnya, melalui forum tersebut bisa tercipta silaturahmi antara ulama dan umaro, sehingga dengan kedekatan itu bisa tercipta kerjasama yang baik demi menjaga NKRI sebagai negara yang aman sentosa di bawah naungan rahmat Tuhan Yang Maha Esa.

“Kami mendukung acara Dzikir Kebangsaan. Melalui forum itu bisa tercipta silaturahmi antara ulama dan umaro, sehingga bisa terjalin kerjasama yang baik demi menjaga NKRI sebagai negeri yang aman sentosa di bawah naungan rahmat Tuhan Yang Maha Esa,” kata Gus Ruhullah Taqi, Rabu (26/7/2017).

Sebagai informasi, MDHW adalah mejelis yang didirikan oleh KH Ma’ruf Amin dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 13-14 Juli 2017 di Hotel Borobudur Jakarta. Presiden Jokowi sebagai Dewan Pembina, KH Ma’ruf Amin sebagai Dewan Penasihat, KH Musthofa Aqil sebagai Ketua Umum dan Hery Haryanto Azumi sebagai Sekretaris Jenderal.

Komentar Pembaca

SPACE IKLAN

POPULER

SPACE IKLAN
To Top