News

Pemerintah yang Represif di Tengah Faham Radikal

FB_IMG_1500005427851

Banyak yg mengatakan bahwa pemerintah hari ini layaknya pemerintah tiran Orde Baru yg otoriter. Kita harus objektive dalam menilai bahwa pada masa orde lama dan orde baru ada beberapa Ormas dan Partai yg dibubarkan (PKI,PNI, MASYUMI DLL)

Ketika tokoh HT* bersuara dengan lantang menolak pembubran HT*. Jika PK* masih ada HT* pasti dan pasti sangat-sangat mendukung ketika PKI dibubarkan, apakah saat itu HT* juga akan berterak dengan tegas bahwa pemerintah sangat Represif dan juga menolak pembubran PK*, sampai yaumul akhirpun hal itu tidak mingkin terjadi. Tetapi faktanya PK* telah tiada mungkin ada tetapi sangat abstrak yg hanya ada di kepala- kepala mereka. Sayangnya HT* dalam membenarkan Argumen perjuangannya sangat PK* fobia. Dan selalu menjadikan PK* sebagai kambing hitam, ketika HT* diserang dengan berbagai macam hal mereka lalu mempertahankan diri dengan menyerang balik PK*, itulah faktanya coba kita identifikasi Ormas yg Selalu getol teriak PK* atau komunis.

Akar Terorisme yg mengatas namakan Agama tertentu lahir Dari Tekstualisme menuju fundamentalisme dan Fasisme Agama dalam konsep Perjuangan melahirhkan Radikalisme hingga Berpotensi besar melahirkan Terorisme.

Banyak golongan yg mengklaim telah menjadikan Agama sebagai Ideologinya yg berarti Agama telah menjadikan komoditi dan ciptaan Manusia.

Mengapa Harus di bubarkan ? Sebab Aliran Radikal dalam Agama sangat berpotensi besar sebesar-besarnya bergeser menuju gerakan Terorisme.

Gerakan Terorisme pasti memiliki bibit, ketika telah berada pada tingkat cukup mapan dalam memperjuagkan visi utamanya atau sudah merasa sangat bosan menanti cita-citanya, bibit-bibit itulah yang berangsur-ansur akan Membesar hingga meciptakan sel-sel hidup yg akan saling terkoneksi satu dengan yg lainnya, selanjutnya akan mengorganisir diri dan menyebar ancaman kepada seluruh masyarakat yg tidak mendukung atau tidak sepemahaman dengan mereka.

Kita harus sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa gerakan Terorisme di dunia ini yg berkedok Agama lahir dari akar pemikiran yg tidak menghendaki perbedaan (pluralisme), memaksakan keseragaman (uniform), Penganut kebenaran tunggal, keyakinan terhadap hal tersebutlah yg membuat mereka memaksakan kehendak hingga menyebar ancaman kepada seluruh mahluk.

Sayangnya Keseragaman sangat berbeda dengan Persatuan sebab tidak ada persatuan tanpa perbedaan, Indonesia merupakan Negara paripurna yg hadir dari Persatuan yg termaktub dalam Bhineka tunggal Ika.

Writen by
Muh.Qadri (Aktifis PMII Cabang Makassar)

Komentar Pembaca

SPACE IKLAN

POPULER

SPACE IKLAN
To Top