Jalur9.com, Pandeglang- BNPT RI menggandeng praktisi dakwah dari The Nusa Institute dalam melakukan sosialisasi pencegahan paham radikal-terorisme. Kegiatan ini dipuasatkan di pondok pasantren Nurul Arifin, Banten, Rabu (03/08).

Mas’ud Halimin dari The Nusa Institute mengatakan, selain bisa menyampaikan dakwa secara kontekstual, dai juga harus mampu menguasi bebagai teknik dan metode dakwa.

Menurutnya, wawasan dai sangat penting agar dakwa bisa diterima oleh semua kalangan, sehingga dengan demikian dakwa yang tersampaikan pun bisa mejadi rahmat bagi mereka.

“Dai harus secara terus-menerus mengupdate pengetahuan baik lewat buku maupun internet, karena kalau tidak, bisa jadi dakwa tidak akan menyentuh umat,” katanya di depan ratusan peserta dialog.

Lebih lanjut, sekertaris Imam Masjid Istiqlal ini mengatakan, untuk mengantisipasi pergerakan kelaompok islam garis keras, para dai harus mengambil kuasa dan kontrol dalam ruang-ruang sosial, seperti masjid agar tidak mudah disusupi oleh kelompok Islam garis keras.