MAKASSAR – Akibat bencana longsor yang terjadi di beberapa titik di kawasannya, Bupati Kalatiku Paembonan menyatakan kabupaten Toraja Utara dalam darurat bencana.

“Sekarang ini Toraja utara dalam darurat bencana. Topografi dan perubahan cuaca yang drastis sekali, membuat darurat bencana itu betul-betul ada di depan mata, dan itu telah berlansung,” ungkap Kalatiku, (29/10/2016).

Bencana tersebut sudah berlangsung sejak tiga hari terakhir di Toraja Utara, Bupati Kalatiku bahkan menyebut terdapat 65 titik lokasi bencana tersebut, 10 diantaranya cukup parah. Diantaranya kecamatan Tikala, Sesean Soluara dan Tondon.

“Saya sungguh-sungguh menghadapi masalah bencana yang cukup berat, hari ini saya menyaksikan secara langsung daerah longsor di daerah Tikala itu, betul-betul cukup gawat. ada sekitar 65 tempat yang pada tingkat pertama ini kita coba atasi,” imbuhnya.

Akibat longsor ini, puluhan hektar sawah dan puluhan rumah warga tertimbun longsor. Untuk mengatasi ini, Bupati Toraja Utara sudah menurunkan tiga mobil eskavator. “karena longsor ini, aliran sungai masuk ke sawah warga dan merusak sawah itu,” tambah Kalatiku.

Ia pun menyebut sudah berkordinasi dengan pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), agar turut membantu menangani bencana alam ini. “Kita juga sudah berkordinasi dengan BNPB, saya berharap penanganan ini membuat rakyat yang terkena bencana itu akan lebih baik,” Tutup Kaltiku.

Sampai saat ini puluhan KK diungsikan di tempat aman, becana ini belum ditemukan korban jiwa. Selain itu, total kerugian akibat longsor ini ditaksir mencapai ratusan hingga milliaran rupiah.

(Zulfiarnain/Makassar)