SIDRAP – Organisasi Penerus Perjuangan Perintis Kemerdekaan Indonesia (PPP-KI) Kabupaten Sidrap Sulawesi-Selatan, menghelat pelatihan sistem pertanian alami berbasis lokal desa. Dengan tema “Mendorong Kedaulatan Pangan NKRI”, pelatihan ini diikuti 30 peserta. Mereka bukan hanya berasal dari kabupaten Sidrap, peserta juga datang dari kabupaten tentangga seperti Enrekang dan Tanah Toraja.

Ketua Panitia Kegiatan, Haris mengharapkan dari pelatihan yang dihelat selama dua hari ini, peserta yang meupakann Kader PPP-KI dapat menjadi lokomotif ketahanan pangan dengan sistem pertanian alami. Apalagi, keluhan petani akan ketergantungan pupuk kimia dan pestisida semakin besar.

“Kita harapkan peserta pelatihan dapat mensosialisasikan pertanian alami, tentu melepaskan masyarakat dan petani dari ketergantungan pupuk kimia. Kita ganti dengan cara dan bahan-bahan alami,” jelas Haris yang juga Komisioner KPUD Kabupaten Sidrap itu. Selasa (30/8/2016).

Bagi Ormas PPP-KI sendiri, konsep pertanian alami harus berawal dari memperbaiki orientasi bertani setiap petani. Bertani tidak semata mengejar produksi melimpah dan keuntungan, akan tetapi orientasi bertani memegang prinsip kehidupan dan keselarasan alam. Semua mahluk butuh hidup dan mereka saling membantu untuk memelihara kelangsungan hidup secara luas. Aktivitas bertani tidak bisa lepas dari tanah. Menjaga kesuburan tanah perlu diperhatikan tentu dengan cara-cara alami.

“Kita ingin membangun kemandirian petani dan ketahanan pangan, Pelatihan ini untuk melepaskan jerat ketergantungan akan pupuk kimia dan bahan-bahan yang diproduksi oleh pihak luar. Apalagi  harganya semakin tinggi serta merusak lingkungan,” tambah Haris.

Fasilitator Pelatihan Sistem Pertanian Alami, Sumarno menyampaikan pertanian alami mengembalikan keseimbangan ekosistem dengan melakukan pengelolaan tanah, lahan secara bijaksana dan berkelanjutan serta membangun kemandirian petani.

“Setelah pelatihan Peserta langsung mempraktekan pembuatan mikroba dan herbal secara gotong royong. Pupuk organik yang dipakai dibuat sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada,” bebernya.

Para peserta nantinyanya, tambah Suamrno yang juga Ketua PC Ansor Bulukumba itu, akan mensosialisasikan kepada warga tentang pertanian alami. Konsep pertanian yang ramah lingkungan ini juga diminati kalangan perempuan. “Perempuan yang selama ini jarang dilibatkan dalam pertanian, dengan pertanian alami keluarga dan warga akan saling bekerjasama dalam pembuatan bahan alami tersebut,” tandasnya.

ARFA