Jalur9.com – Diriwayatkan ada seorang laki-laki fakir yang mempunyai satu istri dan beberapa anak. Pada suatu ketika karena kefakirannya, ia, istri, dan anak-anaknya tidak makan selama tiga hari.

Istrinya berkata: “Wahai suamiku! Adakah engkau tidak melihat anak-anak kita telah pucat wajahnya dan hancur hatinya sebab mereka belum memiliki kesabaran dan kekuatan seperti kita.”

Laki-laki menjawab: “Wallahi, aku telah berkeliling mencari pekerjaan, namun tidak ada seorang pun yang memberi pekerjaan kepadaku, maka aku tidak memperoleh sesuatu yang aku gunakan untuk memberi makan anak-anakku dan sesungguhnya rasa panas api telah membakar hatiku sebab memikirkan nasib anak-anakku.”

Istrinya berkata: “Wahai suamiku! Ambillah kerudungku ini dan juallah, agar mendapatkan uang untuk membeli makanan anak-anak kita.”

Laki-laki itu menerima kerudung pemberian istrinya dan menjualnya seharga dua dirham, kemudian pergi menuju penjual makanan. Tiba-tiba dalan perjalanan ia bertemu seorang pengemis laki-laki, dia berkata: “Berilah aku sesuatu karena Allah dan karena mencintai Rasulullah saw, wahai orang yang senang memberikan hutang kepada Allah! Demi Allah, aku todak memiliki apapun dari dunia ini.”

Laki-laki fakir berkata: “Ambillah dua dirham ini karena Allah dan mencintai Rasulullah.” Oleh karena merasa malu kepada istrinya bila pulang tidak membawa makana apapun, dan karena takut kepada istrinya kalau sampai menyakitan hatinya dengan kata-kata yang kasar, maka ia terus pergi ke masjid untuk melakukan shalat dan berfikir apa yang harus ia lakukan. Setelah malam tiba, ia pulang menemui istri dan anak-anaknya.

“Apa yang engkau lakukan dengan kerudungku? Engkau pulang tidak membawa apapun sedang anak-anak kita dalam keadaan kelaparan yang amat berat,” tanya istrinya.

Laki-laki itu meceritakan kepada istrinya tentang apa yang terjadi antara dia dan si pengemis sampai memberikan dua dirham itu kepadanya, dan amal-amal ibadahnya didalam masjid.

Istrinya berkata: “Apabia engkau hubungan kerja dengan Allah, maka Allah adalah Dzat yang Kaya Raya dan suka memenuhi janji. Sebaik-baik pekerjaan adalah hubungan kerjamu dengan Allah Maha Raja Yang Maha Luhur,” kemudian istrinya berkata: “Ambillah kalungku ini kesemuanya dan jaullah, agar mendapatkan sesuatu yang kamu gunakan untuk membeli makanan.”

Setelah laki-laki itu menerima kalung dari istrinya, ia pergi menawarkan kalung itu kepada pembeli. Ia berkeliling sampai lelah yang amat sangat, akan tetapi tidak ada seorangpun yang membeli. Akhirnya ia bermaksud akan pulang, tiba-tiba ia bertemu dengan seorang pemburu ikan laut yang membawa ikan besar dan menawarkannya.

“Wahai saudaraku! Terimalah kalung yang tidak laku aku jual ini dan berilah ikanmu kepadaku yang tidak laku kamu jual,” kata laki-laki itu kepada pemburu ikan.

Pemburu ikan menerimanya dan menyerahkan ikan itu kepada laki-laki fakir. Kemudian ia pulang membawa ikan dan diserahkan kepada istrinya. Ketika istrinya melihat ikan yang dibawa oleh suami, tampak pada wajahnya rasa gembira dan bertambah kecantikannya.

Segera istrinya memegang ikan itu dan merobek perutnya, tiba-tiba dilihatnya dalam perut ikan itu ada mutiara yang sangat indah yang belum pernah dilihatnya. Laki-laki itu langsung mengambilnya dan pergi untuk menjualnya kepada pedagang. Ketika melihatnya, pedagang itu berkata: “Ini bukan batu, akan tetapi ini adalah permata yang sangat indah yang tidak dapat diimbangi dengan harta, serta tidak ternilai dengan harta.”

Para pedagang membelinya dengan harga yang mahal senilai empat belas ribu dirham. Laki-laki itu nenerimanya dengan harga senilai itu dan membawanya kepada istri dan keluarganya. Setelah melihat uang sebanyak itu, semua keluarganya merasa gembira yang amat sangat sehingga hilang rasa susah dan sedih selama ini. Tiba-tiba datang seorang pengemis didepan pintu rumah dan berkata: “Wahai ahli Allah! Berikanlah kepadaku apa yang diberikan Allah kepadamu.”

Laki-laki itu cepat keluar menemui pengemis seraya berkata: “Kami sekeluarga mengambil separuh, dan kamu sendirian mendapatkan separuh separuh yang utuh, apabila hal ini telah nenyenangkan hatimu. Bila tidak, maka kami akan menambahkan untukmu.”

Pengemis berkata: “Aku telah rela dan merasa senang.”

Kemudian pengemis itu pergi mencari unta untuk mengangkut uang yang sebanyak itu, akan tetapi pengemis itu tidak kembali sehingga laki-laki itu lama menunggu kedatangannya.

Pada suatu malam, laki-laki itu melihat pengemis dalan mimpi dan bertanya: “Kenapa engkau tidak datang lagi?”

Pengemis menjawab: “Wahai laki-laki! Sesungguhnya aku bukan pengemis. Aku adalah malaikat yang diutus Allah kepadamu untuk menguji sampai dimana kesabaranmu menerima yang diberikan Allah kepadamu, dan memberi kabar gembira kepadamu bahwa sesungguhnya Allah telah menerima sedekahmu dua dirham dan memberika kepadamu sebagai gantinya dirham sejumlah ini, dan Allah juga mempersiapkan bagimu di akhirat suatu imbalan yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah terdengar telinga, juga tidak pernah terfikirkan oleh manusia, karena sesungguhnya engkau telah melakukan sesuatu kebajikan secara ikhlas hanya karena Allah Yang Maha Mulia, dan Allah tidak pernah mengecewakan kepada siapapun yang berhubungan baik dengan-Nya. Dan Allah telah berfirman dalam sebagian kitab-kitab-Nya yang diturunkan kepada para Nabi dan diutus:

“Seandainya Aku tidak menaruh tiga hal pada tiga hal, niscaya dunia ini tidak dapat teratur secara baik:

Aku menaruh sifat sabar di hati orang yang terkena musibah. Bila tidak, ia akan mati sebab rasa sedih.

Aku menaruh bau tidak sedap pada mayit. Bila tidak, mayit tidak akan di kubur selamanya.

Aku menaruh binatang kecil pemakan biji gandum (bubuk : Jawa). Bila tidak, maka akan disimpan pemiliknya seperti menyimpan emas dan perak.

Sesungguhnya Aku adalah yang melakukan apapun menurut kehendak-Ku dan Aku adalah Raja Yang Mulia dan Maha Agung.”

sumber :difiracerita