Jalu9.com, kisah Guru SMP Sidoarjo yang diseret ke pengadilan gara-gara mencubit muridnya, benar-benar diluar dari akal. Maka tak heran banyak publik yang turut prihatin dengan kasus tersebut.

Hal ini bukan kasus baru. Zaman sekarang, banyak orang tua yang melaporkan guru karena menghukum anak mereka. Padahal si anak dihukum karena melakukan kesalahan,

Aksi para orang tua ini membuat guru takut bertindak. Bagaimana nasibnya pendidikan Indonesia jika guru takut memarahi muridnya karena takut pada orang tua?

Cerita ini mungkin dapat menggambarkan tentang peran guru yang tidak boleh ‘dikebiri’, malah harus dikuatkan.

Ada kisah menarik dari Jenderal  Ali Sadikin. Ia diangkat jadi gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Soekarno. Dia dikenal tegas dan berani. Pak Ali membereskan semua masalah di Jakarta. Mulai dari calo tanah hingga kontraktor yang merugikan rakyat.

Rasa prihatin Pak Ali adalah soal kenakalan siswa di Jakarta. Beberapa anak sekolah sampai berani memukul gurunya. Para guru takut untuk memberikan hukuman karena anak-anak itu membawa senjata milik orangtua mereka yang aparat keamanan. Jika ada apa-apa, orangtua mereka pun sering mengancam guru.

Mendengar laporan ini sang jenderal Marinir marah sekali. Pak Ali menggeleng-gelengkan kepalanya karena sedih dan emosi. Bagaimana bisa murid sekurang ajar ini pada gurunya.

“Saya jadi backing para guru. Karena itu para guru tidak usah takut pada senapan yang ditodongkan kepadanya oleh murid atau orang tuanya. Saya punya 70.000 senapan. Laporkan kepada saya jika ada yang menghalang-halangi tindakan para guru. Saya akan bereskan! Ini sudah merupakan konsensus saya dengan kadapol Metro Jaya Brigjen Widodo,” kata Ali Sadikin dalam memoarnya seperti ditulis Ramadhan KH.

Pak Ali berkali-kali mengancam anak-anak yang nakal dan orang tua yang membela. Dia selalu menyampaikan ancaman ini di pertemuan guru dan orang tua.

“Hanya orang tua yang bodoh, yang tak tahu diri yang selalu membela anak-anaknya yang jelas dan tak benar,” teriak Pak Ali.

Setelah Pak Ali bersikap tegas, jumlah kenakalan pelajar pun berkurang. Tidak ada lagi laporan ada orang tua yang berani ancam guru.

Semoga Pak Ali bisa dijadikan panutan membela para guru yang benar.

(anca/Zul)