News

Khawaish dan Karamah Puang Ramma, Dari Bertemu Preman Hingga Doakan Badai Reda

Foto+Kapal+Melawan+Ombak

Khawaish yang dimaksud di sini adalah kelebihan khusus yang dimiliki seorang wali karena kedalaman ilmu dan amal nya serta kedekatannya terhadap Allah, sedangkan karamah adalah pemberian Allah swt berupa keluarbiasaan yang terdapat pada diri seorang wali yang tidak dapat dinalar oleh manusia secara umum, dimana keluarbiasaan itu disaksikan oleh orang banyak pada diri seorang wali tersebut.

Puang Ramma sebagai waliyullah dan habibullah yang dikenal masyarakat luas, yang dalam kedudukannya sebagai ulama, guru tarekat, dan mursyid yang sangat disegani, baik oleh sesama ulama maupun penguasa, memiliki khawaish dan karamah dalam posisinya warasatul anbiyā, yang mewarisi kepribadian Nabi Muhammad saw, sehingga patut dijadikan uswah dan keteladanan.

Secara sepintas khawaish dan karamah Puang Ramma, dapat dilihat dari kepribadiannya yang terpuji, terpancar pada wajahnya yang senantiasa cerah dan bersih sehingga setiap orang yang berjumpa dengannya merasa kagum dan ingin dekat dengannya, dan membuat seseorang yang pernah berjumpa
dengannya merasakan kerinduan.

Karena itu, beliau sangat dicintai masyarakat dan jamaahnya, beliau dijadikan pengayom dan tempat berlindung kapan dan dimanapun.
Puang Ramma diakui memiliki keberkahan sebagai bagian dari khawaish dan karamahnya, sehingga masyarakat apalagi jamaahnya selalu minta barakka darinya.

Melalui doanya yang dikabulkan Allah SWT dan dengan amalan ritualnya yang dilakukannya, mampu menyembuhkan ber-bagai penyakit, seperti sakit mata, sakit kepala, sakit perut dan penyakit ringan lainnya. Cukup segelas air putih yang beliau berkahi melalui doanya dan ditiupkan energi doa tersebut, yang bersangkutan setelah meminum air di gelas tadi akan sembuh.

Masyarakat banyak yang berdatangan kepada beliau dengan tujuan tersebut, dan khasiatnya dibuktikan sendiri oleh mereka, sehingga diyakini bahwa karamah beliau diyakini benar adanya.

Selain penyakit yang telah disebutkan, Puang Ramma dengan karamah yang diberikan Allah kepadanya, mampu mengusir dan mengeluarkan roh yang bersemayam pada diri seseorang. Dalam berbagai kasus kesurupan, beliau sering menanganinya. Beliau juga mampu membuat seseorang tidak berdaya jika berhadapan dengannya, terutama apabila orang tersebut melakukan kesalahan dan hendak melakukan per-lawanan fisik.

Suatu ketika di sekitar jalan Cendrawasih Puang Ramma setelah pulang khutbah jumat, sekumpulan masyarakat meng-adakan pesta miras, minum ballo, dan menyatakan sesuatu yang kurang berkenan pada diri beliau.

Sesaat setelah itu, Puang Ramma mendekati tempat tersebut, dan kelihatan sekumpulan masyarakat tadi akan mengadakan perlawanan namun dengan izin Allah, justru mereka lari dan terpental, bahkan sebagian besar terjatuh. Sejak itu, tempat yang dijadi-kan pesta miras tadi, ditutup dan tidak lagi digunakan untuk kegiatan serupa, bahkan masyarakat sekitarnya menjadi sadar dan taat dalam menjalankan ibadah.

Demikian pula di daerah Borong-Antang, pada masa lalu masyarakatnya sangat doyang dengan minum minuman keras, suatu waktu Puang Ramma memberikan pengajian di sana, dan mendoakan mereka untuk sadar dan bisa berhaji, beberapa tahun kemudian masyarakat tersebut sangat taat beribadah, bahkan sebagian besar mereka telah menunaikan ibadah haji.

Pada kasus lain, suatu waktu Puang Ramma di sekitar Rappocini hendak menuju ke Mesjid Miftahul Khaer untuk membawakan pengajian, masih sulit sarana transportasi saat itu, yang ada hanya satu becak, itupun tukang becak pada awalnya menolak mengantar beliau dengan alasan kecapekan dan hendak pulang ke rumahnya, namun dengan kalimat Puang Ramma yang begitu sangat mengharap, tukang becak tadi bersedia mengantar beliau, dan tanpa diluar kesadaran tukang becak itu merasa bahwa yang diantarnya ini adalah seseorang yang memiliki karamah.

Karena menurutnya, bahwa seakan-akan ada pihak lain yang membantu menggayung becaknya secara cepat, dan secepat itu pula hanya sekitar lima menit saja perjalanan ditempuhnya, dari Rappocini ke Mesjid Miftahul Khaer, Jalan Sungai Walannae.

Pada peristiwa lain, Puang Ramma menyebrangi lautan dari Makassar menuju Pulau Salemo, yang sekitar dua mil mendatang terdapat ombak besar setinggi dua meter. Pada awalnya kapten kapal tidak bersedia membawa penumpang dengan alasan tingginya ombak yang akan menghadang dan diperkirakan hujan akan turun, namun karena kapten kapal mengetahui bahwa di antara penumpangnya itu ada Puang Ramma, maka berlayarlah kapal tersebut dengan muatan sekitar 50 orang.

Saat berada di tengah laut semua penumpang panik karena melihat adanya gelombang ombak yang tinggi beberapa meter kedepan yang akan dilewati, disertai gemuruh petir dan kilat petanda turunnya hujan, saat panik tersebut Puang Ramma menuju ke bagian terdepan kapal sambil menengadahkan tangannya seraya berdoa, walhasil ombak tersebut sedikit demi sedikit menurun sampai berakhirnya doa beliau, air laut menjadi tenang dan hujan pun tidak jadi turun, sehingga mereka sampai ke tujuan dengan selamat.

Masih banyak lagi data tentang karamah Puang Ramma yang disaksikan masyarakat dan dituturkan oleh banyak orang, namun untuk menghindari kesan yang berlebihan ter-hadap beliau, cukup dengan kejadian, kasus, dan peristiwa yang luar biasa disebutkan tadi, menjadi bukti bahwa beliau memiliki karamah yang patut dijadikan ibrah dan hujjah berkenaan dengan kemahakuasaan Allah swt.

Yang jelasnya, sepeninggal Puang Ramma, sampai saat ini khawaish dan karamahnya masih dapat dibuktikan oleh masyarakat dengan kesakralan kuburannya di Tambua Maros.

Masyarakat secara umum banyak menziarahinya, terutama pada waktu-waktu tertentu, seperti saat-saat sebelum pemberangkatan dan setelah kembali dari tanah suci Mekkah. Demikian pula pada saat menjelang bulan suci Ramadhan, dan setelah hari raya Idul Fitri, serta waktu-waktu lainnya.

Tujuan para penziarah yang datang ke kuburan Puang Ramma, adalah kebanyakan untuk mencari keberkahan. Karena, selain kuburannya disakralkan dan disucikan, Puang Ramma juga dianggap orang suci, waliyullah, dan mem-punyai kelebihan dibanding manusia biasa.

(KM Mahmud Suyuti)

Komentar Pembaca

SPACE IKLAN

POPULER

SPACE IKLAN
To Top