Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj (IST) KH Ma’ruf Amin yang memberikan kesaksian dalam persidangan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kapasitasnya sebagai Ketua Umum MUI.

“Kapasitas beliau (Ma’ruf Amin-red) sebagai Ketua MUI, bukan sebagai Rais Aam NU,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Rabu (1/2) dikutip dari KBR.

Kata Kiai Said, saat mengeluarkan fatwa terkait kasus Ahok, KH Maruf sebagai Ketua Umum MUI *bukan Rais AM PBNU.* “Ketika mengeluarkan fatwa, tentu kapasitasnya sebagai mengatasnamakan MUI, bukan NU,” jelas Kiai Said.

Menurut Kiai Said, Kiai Ma’ruf Amin hanya sebagai saksi saja. Bukan saksi pelapor.

“Jadi tidak mungkin kalau dipolisikan. Lagipula Ahok juga sudah minta maaf. Saya sudah liat rekamannya. Jadi anggap selesai saja,” ungkap Kiai Said.

Ahok juga menjelaskan tidak bermaksud memojokkan Ma’ruf Amin dalam persidangan. Menurut dia, hal tersebut hanya untuk mencari pembenaran kasus yang membelitnya. Meski demikian, ia meminta maaf kepada Ma’ruf Amin dan NU jika menyinggung mereka.

“Dalam hal ini sebagai orang tua, sebagai sesepuh NU merasa atau tersinggung kami memojokkan dalam persidangan kemarin, saya atas nama pribadi dan juga seluruh tim penasehat saya, menyampaikan minta maaf kepada KH Ma’ruf Amin dalam pencarian pembenaran materier perkara kami. Dan juga kepada warga NU kami sampaikan mohon maaf sebesar-besarnya,” jelas Ahok dalam unggahan video Youtube.

Sementara terkait pembicaraan SBY dengan Ma’ruf Amin, Ahok menjelaskan hanya disodorkan datanya dari tim penasehat hukum. Karena itu, kata dia, penjelasan terkait hal tersebut akan dijelaskan oleh kuasa hukumnya.

“Saya mau mengklarifikasi pembicaraan Pak SBY ke KH Ma’ruf Amin itu disodorkan beritanya dari berita liputan6.com yang terbit tanggal 7 Oktober 2016 oleh penasehat hukum saya. Nah selanjutnya itu menjadi bagian tugas penasehat hukum saya, kewajiban beliau menjelaskan. Sama sekali saya tidak mengerti hanya disodorkan dan saya tidak menyatakan apapun.” Jelas Ahok.