News

KH Baharuddin : Jika Marah, Maka Berwudhulah

Ketua MUI Makassar (kiri)

MAKASSAR – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar KH Baharuddin HS menghadiri silaturahim syawal bersama warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Makassar di Masjid Roudhotul Jannah, Jalan Berua Raya, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (16/7/2017).

Pada kesempatan tersebut, hadir Ketua LDII Sulawesi Selatan Hidayat Nahwi Rasul, sekretaris LDII Sulsel Asdar Mattiro, dan Ketua LDII Makassar Renreng Tjolli.

Dalam silaturahim syawal ini juga digelar kajian Alquran oleh Ustaz Muhammad Arda Usman. Adapun kajian Hadis Syarah Asmaul Husna disampaikan Ustaz Achmad Jauhar.

Ketua LDII Makassar Renreng Tjolli mengungkapkan, untuk mengintensifkan pembinaan kepada umat, LDII rutin menggelar pengajian. “Di tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD), LDII menggelar pengajian sekali dalam sebulan. Di tingkat Pimpinan Cabang (PC), pengajian digelar 2 kali dalam sebulan. Adapun di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC), pengajian rutin digelar 2 kali dalam seminggu,” ucap Sekretaris MUI Sulawesi Selatan ini.

Pada momentum Ramadan 1438 yang lalu, LDII makassar menggelar iktikaf di 10 malam yang akhir di Bulan Ramadan. “Di Kota Makassar, setidaknya 22 masjid yang warga LDII tempati untuk melaksanakan ibadah di 10 malam yang akhir di Bulan Ramadan,” tutur Renreng.

Di kesempatan yang sama, Ketua MUI Kota Makassar KH Baharuddin HS mengajak warga LDII memanfaatkan Bulan Syawal untuk saling maaf memaafkan di antara sesama umat Islam. Sebab salah satu ciri orang yang bertakwa, katanya, memberi maaf kepada orang lain. “Makna halal bi halal dan silaturahim adalah saling maaf memaafkan,” ujar KH Baharuddin dalam ceramahnya.

Ihwal tanda-tanda orang yang bertakwa, sambungnya, adalah orang yang mau mengeluarkan harta dalam sabilillah, baik dalam kondisi senang maupun sempit. “Mari jadikan berinfak sebagai karakter dan kebiasaan,” ajaknya di hadapan ribuan warga LDII.

Lebih lanjut, ciri-ciri lain orang yang bertakwa ialah mampu menahan amarah. “Barang siapa yang bisa menahan marah, maka dihari kiamat, ia akan diberi hak memilih bidadari yang ia kehendaki,” ujarnya.

Ada orang yang susah untuk marah, kata KH Baharuddin, tetapi lambat untuk selesai marahnya. “Yang lebih baik ialah orang yang lambat marah dan cepat selesai marahnya,” imbuhnya.

Jika marah, pihaknya menyarankan untuk segera berwudhu. “Sebab setanlah yang membisiki kita untuk marah. Setan dibuat dari api. Sedangkan api dipadamkan dengan air,” jelasnya.

Jika marah dalam keadaaan berdiri, maka duduklah. Jika marah dalam keadaan duduk, maka berbaringlah.

Komentar Pembaca

SPACE IKLAN

POPULER

SPACE IKLAN
To Top