News

Ketum GP. Ansor Minta Netizen Hormati Ulama

ketum-gp-ansor

Jalur9.com, Jakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, H. Yaqut Cholil Qoumas menghimbau agar pengguna akun media sosial menghargai ulama. Pernyataan tersebut, terkait maraknya penghinaan ke beberapa ulama pasca aksi 4 November lalu terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama.

Menurutnya, ada beberapa ulama yang menjadi sasaran makian, diantaranya, Buya Syafii Ma’arif, Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj, KH. Quraish Shihab dari netizen.

Yaqut Cholil pun menyesalkan tindakan netizen yang tanpa kontrol moral dan etika itu mem-bully, menjelek-jelekkan, bahkan menghina secara fisik tokoh-tokoh agama dan ulama di bangsa ini. “Olehnya itu, GP Ansor menghimbau netizen lebih dewasa dan santun dalam menggunakan media sosial,” via rilisnya ke Jalur9.com, Jumat, (25/11).

Yaqut Cholil mengatakan, tak pantas rasanya akun-akun media sosial yang menghina kyai dan ulama itu justru banyak milik anak-anak muda yang seharusnya memberi rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Apalagi beliau-beliau itu panutan umat.

Tak hanya itu, dalam rilisnya tersebut, GP Ansor juga mengajak para tokoh masyarakat dan elit politik ikut menyejukkan suasana nasional saat ini dengan tidak melontarkan pernyataan yang cenderung provokatif, menghindari pernyataan yang menyinggung perasaan umat beragama dan menjadi teladan dengan akhlaqul karimah.

“Hari ini kita belajar keteladanan dari akhlaqnya Gus Mus. Beberapa pelaku penghinaan terhadap Gus Mus di Medsos yang datang ke kediaman beliau untuk meminta maaf diterima dengan baik, tanpa pernah menyinggung kesalahannya. Mereka malah disuguhi makanan, diajak bercanda dan berdiskusi, tidak ada dendam,” papar pria yang biasa dipanggil Gus Yaqut ini.

Selain himbauan tersebut, GP Ansor juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera memproses hukum dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama, yang dianggap sebagai pemantik kegaduhan nasional saat ini dengan adil dan secepat-cepatnya.

“Demi terciptanya rasa keadilan di masyarakat, aparat penegak hukum harus bekerja profesional, adil dan cepat. Jangan ada kesan buying time dalam penyelesaian kasus ini,” pungkas Gus Yaqut.

Komentar Pembaca

SPACE IKLAN

POPULER

SPACE IKLAN
To Top