Jalur9.com – Sepuluh hari terakhir Ramadan tiba, tidak lama lagi ramadhan akan berakhir. Pada waktu ini, banyak pahala disebar melebihi hari-hari lain.

Terdapat satu malam begitu istimewa pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Malam itu mengandung keberkahan seribu bulan, yang dikenal dengan malam lailatul qadar.

Setiap Muslim dianjurkan meningkatkan ibadah dan amal saleh dalam waktu sepuluh hari terakhir ini. Salah satu tujuannya agar tidak kehilangan malam lailatul qadar.

Malam lailatul qadar memiliki ciri tersendiri. Ciri ini menjadi tanda yang membedakan malam penuh keberkahan tersebut dengan malam-malam lainnya.

Armayadi Algifari seorang salah seorang Dai yang berkecimpun di Ikatan Dai Muda Indonesia memberikan ulasan tentang tanda dan ciri malam seribu bulan atau biasa disebut Lailatul Qadr.

Berikut tanda malam lailatul qadar tersebut sesuai dengan dalil.

1. Udara dan angin sekitar terasa tenang. Tanda ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan Ath Thoyalisi.

“Dari Ibnu Abbas RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” Haytsami mengatakan periwayatnya adalah tsiqoh atau terpercaya.

2. Malaikat menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan dan kelezatan dalam beribadah. Tidak seperti ibadah pada hari-hari lainnya.

3. Manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya seperti terjadi pada sebagian sahabat Rasulullah SAW.

4. Matahari terbit dalam keadaan jernih pada pagi harinya, tidak ada sinar.

“Dari Abi bin Ka’ab, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, ‘Subuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik’.” (HR Muslim).

Hendaknya umat muslim memakai cara tersendiri bagaimana menanti bulan seribu berkah ini.
(Ancha).