Opini

Kemungkinan Hilangnya Bangsa Indonesia

WhatsApp Image 2017-04-17 at 21.57.38

 

Penulis: Megawati

(Kader PMII Cabang Soppeng)

Melihat kondisi Indonesia saat ini bukan tidak mungkin bangsa Indonesia akan hilang. Banyak diantara kita dibangsa ini yang tidak tau akan hal itu. Ini bukan hanya sekedar cerita yang tidak jelas namun ini adalah fakta yang sangat memprihatinkan buktinya saat ini bangsa Indonesia yang telah dikonsep oleh founding fathers telah berubah. Seperti yang dikatakan oleh  K. H. Agus sunyoto ” sesungguhnya indonesia sudah tidak ada, sudah berubah. Indonesia yang dulu dikonsep oleh bangsa ini, bahwa ini adalah negara bangsa (nation state) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang tujuannya adalah membawa kepada terciptanya masyarakat yang adil dan makmur namun saat ini semua itu sudah habis. Sekarang era  global segala sesuatu yang bersifat nasional dan lokal sudah hilang”.

Kurangnya pemahaman bangsa Indonesia tentang jati dirinya membuat bangsa ini menjadi bangsa yang kehilangan arah dan menjadi bangsa yang telah siap runtuh seutuhnya. Kurangnya pemahaman tentang sejarah pula yang membuat bangsa ini tidak mampu membaca politik internasional. Sehingga  bangsa ini menjadi bangsa yang konsumtif akan budaya bangsa lain, entahkah itu budaya arab, barat dan india yang jelas tidak bersifat lokal. Bangsa Indonesia saat ini perlahan-lahan telah menenggelamkan kebudayaan mereka sendiri. Melihat hal itu bukankah semakin memungkinkan akan hilangnya bangsa ini baik secara ideologi, kebudayaan , bahkan namanya pun akan hilang.

Sekarang bangsa Indonesia harus berjuang dalam era globalisasi dimana globalisasi itu menyatakan bahwa identitas etnik, bahasa, agama, budaya bahkan teritorial agama tidak ada. Itu artinya identitas nasional bangsa telah hilang dengan adanya globalisasi. Sekarang kita telah masuk dalam perangkap globalisasi tersebut. Salah satu buktinya adalah Kita membiarkan aset-aset bangsa kita dikelolah oleh bangsa asing (kapitalis) dan masyarakat bangsa ini dengan bangganya menjadi buruh di negeri sendiri. Ditambah lagi saat ini diperhadapkan dengan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean ) sedangkan bangsa kita belum mampu menghadapinya.

Dulu UUD 1945 Tidak membolehkan usaha-usaha strategis seperti pertamina, perusahaan pertambangan  untuk dimiliki individu apalagi pihak asing. Kenapa? Karena dipasal 33 dengan jelas dijelaskan (semua kekayaan tanah, air dan segala kekayaan yang ada didalamnya dikuasai oleh negara dan didigunakan untuk masyarakat banyak). Tidak boleh ada perusahaan swasta atau milik individu yang punya perusahaan semen, tambang emas dan kekayaan lainnya, karena semua harus menjadi milik negara. Namun untuk memuluskan semua keinginan kapitalis maka semua UUD 1945 diubah. namanya adalah amandemen UUD 1945, dengan adanya amandemen UUD 1945 maka terbukalah peluang untuk mengubah habis-habisan UUD 1945 Sesuai dengan kepentingan pihak asing. Berdasarkan UU yang  telah diamandemen maka dibikinlah UU baru. Seperti UU penanaman modal asing, yang tentunya sangat berpihak kepada pengusaha dan tidak lagi berpihak kepada rakyat.

Akibatnya saat ini  masyarakat tidak melihat satupun keharusan dari negara Indonesia ini untuk mencapai tujuannya yang dulu diinginkan oleh pendiri bangsa ini. Saat ini Indonesia tidak lagi menjadi negara bangsa melainkan menjadi negara liberal. Semua pemahaman telah merasuki bangsa kita.  Bahkan Saat ini pancasila sudah tidak lagi diajarkan disekolah  dikarenakan semua UU yang sudah diubah. Sejak UUD 1945 diamandemen. Karena UU yang telah diamandemen berdasarkan kepentingan  maka praktis Indonesia sudah kehilangan arah dari cita-cita sebelumnya. Ditambah lagi saat ini dengan adanya tekhnologi  yang sangat berpengaruh untuk menghilangkan  identitas bangsa Indonesia seperti lewat arus  televisi, facebook, twiter semua aplikasi itu masuk sebagai ancaman sehingga pelan-pelan identitas bangsa indoneesia mulai luntur.

Terjadinya perubahan masyarakat sudah tidak bisa lagi dipungkiri identitas bangsa kita semakin hilang contohnya, dari nama-nama anak bangsa ini  yang sudah tidak lagi menggunakan nama-nama lokal melainkan rata-rata sudah menggunakan nama dari barat, arab dan beberapa negara lainnya yang dianggap lebih modern, maindset bangsa kita adalah menganggap bahwa segala sesuatu yang berbentuk lokal itu semuanya tidak baik dan ketinggalan zaman. Karena, anggapan itu, saat ini pelajaran bahasa daerah disekolahpun sudah dihilangkan. Melihat dari berbagai peristiwa tersebut sudah menunjukkan bahwa bangsa ini tinggal menungggu waktu untuk hilang seutuhnya. Bahkan bisa jadi nama indonesiapun sudah tidak terdengar lagi. Mau tidak mau kita harus mengakuinya bahwa itu mungkin terjadi.

Hilangnya bangsa Indonesia bukanlah hal yang tidak mungkin. kita harus bercermin dari beberapa negara yang dulu pernah menjadi negara yang besar dan  sekarang telah menjadi suku kecil yang tidak lagi dikenal dunia salah satunya adalah bangsa kurdistan dan bangsa campa kedua bangsa ini sekarang menjadi suku kecil yang tidak lagi dikenal dunia. Bahkan Ada bangsa yang lebih prah lagi yaitu bangsa Qasar diwilayah Georgia sekarang baik bangsa maupun kerajaannya sudah tidak tampak lagi, kenapa hal itu bisa terjadi ? itu dikarenakan bangsa Qasar ini menghilangkan bahasanya sendiri, pada saat itu orang yang ikut agama islam, menggunakan bahasa arab sedangkan yang ikut yahudi menggunakan  bahasa ibrani. Mereka ahirnya menjadi bangsa yang hilang karena mereka tidak lagi memperlihatkan identitasnya. Bercermin dari kisah beberapa bangsa tersebut maka bukan tidak mungkin bangsa Indonesia kedepan akan mengalami nasib yang sama, akan hilang seperti bangsa-bangsa tersebut. Saat ini tidak banyak generasi bangsa yang mengenal jati dirinya bahkan bisa dihitung jari generasi bangsa yang mampu menggunakan bahasa lokalnya sendiri.

Saat ini bangsa yang dulu dikenal besar dengan bermacam suku, agama dan bahasa ini sudah mulai meninggalkan identitasnya. Misalnya saja dari suku bugis hanya dihitung jari pula yang mampu membaca dan menulis  lontara bugis, orang jawa tidak mampu menulis dan membaca tulisan jawa, begitupun beberapa suku lainnya. Ini merupakan sebuah masalah yang sangat serius namun saat ini tidak ada yang membahas dan memperhatikan hal tersebut. sungguh Ini merupakan pemerintahan neoliberal. Dimana kita akan mengikuti pernyataan George sorros tentang a global open society (masyarakat global yang terbuka) dimana masyarakat akan hidup individu-individu. dimana individu-individupun akan bersaing untuk memperebutkan ekonomi dan kekuasaan, yang menang akan menjadi kelompok pemenang yaitu kelompok pemilik capital dan kelompok yang kalah adalah indivdu-individu yang masuk golongan disposable people (masyarakat buangan) dan biasanya pemilik capital ini disimbolkan dengan korporasi-korporasi perusahan besar. Dan yang sangat disesalkan bahwa hal ini sudah terjadi di Indonesia. dimana perusahaan capital yang berpartner dengan aparat melawan individu  seperti halnya masyarakat Desa yang melawan Pemilik perkebunan atau perusahaan besar.

Tentu saja ulah dari masyarakat desa yang tidak memiliki cukup uang akan diatasi dengan mudahnya oleh aparat yang memang notabenenya tidak berpihak kepada rakyat yang tidak memiliki kekuasaan. Inilah kemudian yang menjadi problem yang sangat memprihatinkan. Dari berbagai peristiwa tersebut tentu sudah menunjukkan bahwa Indonesia sebagai negara bangsa telah hilang tanpa kita sadari. Yang harus menjadi pokok pemikiran  adalah bagaimana mengembalikan lagi Indonesia ini seperti yang dikonsep oleh pendiri bangsa indonesia. kalau Pada tahun 2012 NU ( Nahdlatul Ulama) sempat mengeluarkan khittoh 1945 ( kembali pada apa yang dicita-citakan pendiri republik ini ) kenapa tidak kita jadikan itu sebagai solusi untuk permasalahan bangsa yang saat ini sudah begitu sulitnya untuk dipecahkan. Dari berbagai peristiwa yang telah kita saksikan hendaklah menjadi tamparan yang sangat keras untuk bangsa kita. untuk menyelesaikan masalah tersebut tentu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, namun setiap kepala yang ada dibangsa ini hendaklah berpikir untuk kemajuan bangsa yang dulu sempat dikenal dengan wajah yang gagah dan berani.

Komentar Pembaca

SPACE IKLAN

POPULER

SPACE IKLAN
To Top