News

Kala Raja Gowa Bertemu Nabi Muhammad dan Dato’ Ri Bandang

image

Jalur9.com – Dalam satu kisah, diceritakan Raja Tallo’ bernama Karaeng Matoaya, bermimpi melihat cahaya di Tallo’ yang memancar ke negeri-negeri. Selang beberapa malam, di tepi Pantai Tallo’ bersandar sebuah perahu kecil berlayarkan kain surban.

Di atas perahu, turun seorang lelaki, tubuhnya memancarkan cahaya, sosok itu melakukan gerakan sembahyang. Rakyat Tallo’ yang menyaksikannya, keheranan akan cahaya dan gerakan-gerakan yang tidak lazim bagi mereka. Rakyat Tallo’ lalu menceritakan kejadian yang baru saja dilihatnya kepada Raja Tallo’

Mendengar peristiwa itu, Karaeng Matoaya segera ke Pantai Tallo’ hendak menemui lelaki itu. Namun, alangkah kagetnya Karaeng Matoaya, ketika ia masih berada di kitaran istananya, lelaki yang diceritakan itu datang menghampirinya.

Lelaki itu berjubah putih dan bersurban hijau, tedapat pancaran cahaya dari tubuhnya. Lelaki itu lalu menyalami Karaeng Matoaya dan menulis suatu kalimat beraksara Arab di telapak tangannya. Tak lama berselang, lelaki itu perintahkan Karaeng Matoaya mencari seorang pendatang yang tidak lama lagi akan berlabuh di Pantai Tallo’, untuk memperlihatkan tulisan ini kepadanya nantinya.

Seketika setelah itu, lenyaplah lelaki itu. Dengan perasaan yang keheranan, Karaeng Matoaya bergegas ke Pantai Tallo’. Karaeng Matoaya pun bertemu pendatang yang baru saja merapat di Pantai Tallo’. Karaeng Matoaya lalu menceritakan hal yang baru saja ia alami, segera pula memperlihatkan tulisan yang ada di telapak tangannya.

Pendatang itu menjelaskan tulisan di lengan Karaeng Matoaya adalah aksara Arab, bertuliskan dua kalimat syahadat. Pendatang itu menjelasskan juga bahwa lelaki yang  menuliskan di telapak tangannya itu adalah penampakan diri dari Nabi Muhammad SAW.

Sejak peristiwa tersebut, Karaeng Matoaya memeluk Islam diikuti pembesar-pembesar Istana dan rakyat Tallo’. Kemudian Karaeng Matoaya yang juga menjabat Mangkubumi di Kerajaan Gowa, menyarankan kepada kemenakannya, yaitu Raja ke-XIV I Mangngu’rangi Daeng Manrabia untuk memeluk agama Islam.

Raja  Gowa ini menerima dan ia menyatakan masuk Islam diikuti para petinggi istana beserta rakyat Gowa. Agama Islam lalu dijadikan sebagai agama resmi Kerajaan Gowa. Setelah masuk Islam, Raja Gowa ke-XIV bergelar Sulthan Alauddin.

Pendatang itu adalah seorang ‘ulama yang datang dari Pulau Sumatera. Ulama ini jugalah yang berperan besar dalam penyebaran dan pengajaran Islam di Tanah Gowa-Tallo'(Makassar). Beliaulah Maulana Abdul Ma’mur Khatib Tunggal bergelar Datu’ Ri Bandang. (zul)

Komentar Pembaca

SPACE IKLAN

POPULER

SPACE IKLAN
To Top