Opini

Islam Nusantara Sebagai Satu Nafas Bangsa

14568002_1231396086923456_5254975826666771354_n

Jalur9.com – KH. Hasyim Asyari telah membuktikan dan melakukan bahwa antara keislaman dan keindonesiaan tidak boleh di pertentangan kan. Keduanya merupakan dalam satu nafas. Islam adalah nilai-nilai adiluhung yang bersifat universal. Sedangkan keindonesiaan adalah realitas sosial yang harus diisi dengan nilai-nilai itu tanpa harus menafikannya, (Dalam buku Hadrastusyaikh KH. Hasyim Asyari ) Zuhairi misrawi hlm 6.

Sebuah dasar kehadiran Islam di bumi Nusantara kita itu tidak mengubah secara total keberagaman yang sudah mengakar dalam kolektifitas  kebangsaan ini . Islam sebagai nilai universal yang merangkul dan menjadikan budaya sebagai teman dalam menjalankan aktifitas kebangsaan dan keislaman, sehingga kokohnya identitas keindonesiaan sebagai realitas sosial terus terjaga. Dengan hadirnya Islam sebagai nilai tersebut mengharuskan kita menjaga yang ada pada bumi Nusantara ini agar identitas kita sebagai bangsa Indonesia tetap lestari tanpa mencederai apa yang ada di bumi Nusantara ini. Hadirnya sebuah pemahaman yang mengancam identitas kita merupakan tantangan tersendiri buat kita yang memiliki kecintaan terhadap tanah air ini. Karena bangsa ini sebuah anugerah yang sangat dahsyat yang di berikan oleh sang pencipta. Sebuah sunnatullah yang dititipkan oleh kita dengan di bekali nilai-nilai islam sebagai agama yang damai.

Perjuangan para penyebar Islam seperti saudagar Islam yang berdagang serta perjuangan para Wali songo di Jawa para Datuk Pitue di Sulawesi yang memberikan gambaran strategi dalam penyebaran Islam di Nusantara ini membuktikan sebuah komitmen yang kuat terhadap realitas masyarakat yang plural dan para pribumi dapat http://Meet-Babes.com menerima dengan sangat terbuka di karenakan terdapatnya nilai perdamaian yang di bawah oleh para penyebar Islam yang merangkul bukan untuk merusak sistem realitas yang ada.

Dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan perlunya kita berkomitmen dalam bersama-sama menjaga apa yang ada saat ini. Karena sudah sangat banyak isu yang ingin mencederai ke-Indonesiaan kita hingga saat ini. Salah satunya issu radikalisme-fundamentalisme yang sangat mengancam kebangsaan dan kebhinekaan.

Kutipan dari bapak pluralisme KH. Abdurrahman  Wahid bahwa “budaya atau adat istiadat adalah sebagai identitas bangsa.”  Dari Guru kita Kiai kita yakni KH. Hasyim Asyari bahwa “agama dan nasionalisme adalah sebuah kutub yang tidak berseberangan, nasionalisme bagian dari agama yang dan itu tidak terpisahkan.”

Penulis: Arif (Alumni PKD PMII Cabang Gowa 2017)

Komentar Pembaca

SPACE IKLAN

POPULER

SPACE IKLAN
To Top