image

Oleh: Fathullah Syahrul
Dewan Penasehat Institute Filsafat Indonesia

Diskursus tentang Islam adalah sebuah suguhan yang tidak lazim lagi diperbincangkan, karena pada umumnya di Dunia dan lebih khususnya di Indonesia. Telah banyak para Ulama, Ustadz, Ahli Agama, dan Aktivis Islam telah banyak menafsirkan dan mendefenisikan arti sesunggahnya Islam itu, melalui itu sedikit mengutip penjelasan Mantan Pendeta yang masuk Islam (Dr. Yahya Waloni) beliau mengatakan bahwa: “Agama Itu Adalah Kebaikan & Islam Itu Adalah Kebenaran”.

Dari pernyataan beliau bahwa kebaikan tanpa kebenaran itu juga adalah hal mustahil untuk menuju keselamatan baik dunia maupun akhirat.

Dalam Al-Qur’an Surah Ali-Imran Ayat 85 Yang Artinya “Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi”. Namun, melalui itu penjelasan ayat diatas sangat berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan oleh salah seorang Filsuf Karl Marx yang mengatakan “Agama Adalah Candu”, karena bahan refleksinya adalah Agama hanya menjadikan manusia menjadi Fatalis.

Sebagai masyarakat awam menanggapi tentang Islam sebagai Agama yang benar dan menuju keselamatan dunia dan akhirat. Tentunya tanpa mengetahui hakikat substansi dari Islam itu sendiri pasti juga menjalankan menurut apa yang di syariatkan Islam Seperti Sholat, Puasa, Sedekah, dll.

Tentunya kalau kita menjadikan Islam hanya sebatas agama itu adalah persepsi yang keliru karena, Agama itu hanya sekedar formalitas struktural yang dijalankan oleh kebanyakan masyarakat. Jadi manakah? Sebetulnya yang dikatakan keselamatan atau apa yang harus dilakukan oleh masyarakat agar selamat dunia dan akhirat.

Kedua icon diatas sama statusnya dengan dengan Islam Nusantara, Islam Nusantara itu sejalannya antara Islam dengan Spirit Kebangsaan (Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj). Icon yang dimaksud itu adalah bagaiman kemudian Islam harus dibalut oleh Cahaya Agama (Nur Salam) dan Cahaya Agama (Nur Din). Karena sebetulnya kedua icon inilah yang harus dijadikan bahan rujukan untuk jalan menuju keselamatan dunia akhirat. (Zul)