Opini

Ini Penjelasan KM Busyra Tentang Hadis Ramadhan Terbagi Tiga Fase

KM Busyra Bucci

POLMAN – Beredar luas pesan Ketua PC Ansor Polman, Kyai Muda (KM) Busyra Baharuddin, pesan tersebut terkait penjeasan hadis pembagian ramadhan yang terbagi tiga fase, tergolong dhaif namun sangat populer di bulan Ramadhan.

Tulisan cucu dari Annanggurutta’ KH Abdul Latif Busyra tersebut menyebar di media sosial dan sejumlah grup whats-app. Intinya dalam pesan tersebut menjelaskan hadits yang tergolong dhaif oleh sejumlah ulama hadis tersebut, namun dapat dijadikan sebagai motivator amaliyyah Ramadhan.

“Tergolong dhaif dalam pandangan ulama hadis, tapi selama tidak berkaitan dengan hukum dalam fiqh, maka sah-sah saja digunakan, apalagi hadis tersebut bisa menjadi motivator dalam amaliah Ramadhan, Insya Alllah tidak apa-apa, semoga ada manfaatnya.Wallahu a’lam,” jelas KM Busyra yang kini tercatat sebagai Pembina di pondok pesantren Assyalafi Parappe Campalagian Polman.

Berikut :

PERTANYAAN :
Assalaamu’alaikum, hadits mengenai pembagian bulan Ramadhan dibagi menjadi tiga fase, apakah benar hadits tersebut?

JAWABAN :
Menurut Imam Suyuthi hanya dhoif. Sanadnya, Sallam bin Sawar dari Maslamah bin Shalt dari Azzuhri dari Abu Hurairah dari Nabi. yang jadi titik lemah Perawi pertama dan kedua. Pendapat ibnu hibban dalam kitab Al Majruhin Hadist yang diriwayatkan dari dua perawi tersebut tidak bisa dijadikan pegangan hukum kecuali ada jalur riwayat lain.

Namun menilik dari hadist diatas, tidak berimbas pada hukum dan hanya berkaitan dengan Afdhol A’mal maka sah-sah saja menggunakannya, plus juga dikarenakan setidaknya ada riwayat lain selain dari jalur yang disebut di atas.

فقد روي من حديث سلمان: وهو شهر أوله رحمة وأوسطه مغفرة وآخره عتق من النار. رواه ابن خزيمة في صحيحه 1887 وقال: إن صح. والبيهقي في شعب الإيمان: 3608.
وفي سنده عليِّ بن زيد بن جدعان قال في الكشاف: علي بن زيد بن جدعان أحد الحفاظ ليس بالثبت، قال الدار قطني: لا يزال عندي فيه لين. ، وقال عنه الإمام أحمد وأبو زرعة -كما في الجرح والتعديل- ليس هو بالقوى. وعن يحيى بن معين: ليس بحجة.
وضعف الحديث الشيخ الألباني في السلسة الضعيفة، حديث رقم: 871 وقال: منكر.
وروي أيضًا من حديث أبي هريرة : أول شهر رمضان رحمة، وأوسطه مغفرة، وآخره عتق من النار. رواه ابن أبي الدنيا والخطيب وابن عساكر.
وضعفه الشيخ الألباني في ضعيف الجامع ، حديث رقم : 2135 ، وقال عنه في السلسة الضعيفة: 1569 : منكر. والله أعلم.

Dari kedua Takhrij Hadits di atas yang mendhoifkan adalah Albaani. Hadis ini memang populer. Bulan Ramadhan, awalnya Rahmah, tengah-tengahnya Maghfirah dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka. Hadits ini diriwayatkan oleh Al-‘Uqaili dalam kitab khusus tentang hadits dha’if yang berjudul Adh-Dhu’afa’. Juga diriwayatkan oleh Al-Khatib Al-Baghdadi dalam kitabnya Tarikhu Baghdad. Serta diriwayatkan juga oleh Ibnu Adiy, Ad-Dailami, dan Ibnu Asakir. Tapi ingat hadits lemah untuk dijadikan pedoman hukum, jadikanlah hadits tersebut sebagai motivator amaliyyah di bulan Ramadhan ini insya Alllah tidak apa-apa. Semoga ada manfaatnya. Wallaahu A’lam.

Komentar Pembaca

SPACE IKLAN

POPULER

SPACE IKLAN
To Top