Dalam bahasa bugis, terdapat beberapa bahas yang tidak konsisten jika di Indoesiakan. Salah satunya kata ‘Esso riolo’ dan ‘Esso rimonri’. Jika diartikan dalam bahasa indonesia, makna esso riolo adalah hari kemarin. Padahal jika diartikan tersendii, kata riolo bermakna hari depan.

Sedangkan esso rimonri jika diartikan dalam bahasa indonesia, maknanya hari kiamat atau hari masa depan. Padahal jika diartikan tersendiri, kata rimonri berarti belakan.

Hal itulah yang membuat Pakar bahasa Unhas, Alwi Rahman menyebut bahasa bugis itu unik.

“Bahasa Bugis Makassar memang unik, bebapa bahasa terbalik jika diartikan dalam bahasa indonesi. Maka wajar jika banyak orang bugis dapat merah nilai bahasa inggrisnya,” canda Alwi.

Alwi Rahman menyampaikan materinya tentang bahasa di acara analisis data lapangan penelitian tentang petuah bijak siswa MA, acara ini digelar di Balai Litbang Agama Makassar, Jumat sore (23/9/2016)