Jalur9.com -Cerpen – “Ini mudah bukan” bahasa yang pernah terlontar dengan sangat mudah dari bibir tipis dan mengalun, tanpa sedikitpun rasa bersalah dari hati kecilmu yang paling dalam. Dalam sebuah kebersamaan yang pernah terjalin dengan sangat mesra, begitu banyak hal yang terlewati bersama, hari-hari yang selalu diwarnai menjadi kisah dan cerita yang tidak harus untuk di ulas jika kelak kita bertatap muka.

“kamu harus bahagia dengan siapapun kelak yang bersamamu” harapan yang seolah-olah tulus menjadi mantra yang sangat mematikan bagi hati dan perasaanku. Bagaimana mungkin aku bahagia dengan menikmati kebersamaanmu dengan yang lain???. Benar jika mu lihat aku tersenyum dengan pilihan yang telah kau jatuhkan, namun pernahkah kau sedikit saja menenggok kedalam hatiku yang sedang hancur???

Bagaimana mungkin aku bisa mencintai yang lain jika hatiku telah teracuni sepenuhnya oleh bayangmu???. Atau pernahkah sekali saja dirimu benar-benar jahat terhadap perasaanku???. Jawabannya tidak seklipun kamu benar-benar menjadi jahat dan mengatakan “aku tidak ingin bersamamu, kemarinpun tidak apa lagi untuk sekarang dan yang yang akan datang”.

Perempuan. Aku menyebut diriku perempuan walau didalamnya ada laki-laki yang memainkan peran ganda, selalu membuatku bimbang akan diriku sendiri. Sensitivitas selalu menjadi judul tersendiri dalam perasaan perempuan. Walau sebenarnya aku tidak sepakat, karena laki-laki juga memiliki rasa yang sama. Sebagai perempuan dan juga manusia menagis bukan lah hal yang tabu namun aku heran dengan diriku yang tidak bisa menangis.

Kali ini telah ku tentukan “cukup” bukan menamatkan keinginanku akan “CINTA” melainkan “berhenti” namun tidak menunggu siapa-siapa, cukup diriku dan hanya diriku karena itu untuk diriku.

Ko’o Sumiati

11257229_1108713762478994_5171398330416311942_n