News

Haji Mabrur, Oleh-oleh yang Dirindukan

IMG_2251

MAKASSAR – Tak lama berselang dari prosesi pelepasan kloter 33, giliran kelompok terbang 34 asal Wajo, Bulukumba, Sidrap, Pangkep, Kota Makassar dan Provinsi Gorontalo dilepas secara resmi di Aula 3 Asram Haji Sudiang Makassar.

Bertindak mewakili PPIH Makassar, Kaswad Sartono menyampaikan bahwa Ibadah Haji berbeda dengan rukun islam yang lainnya, yakni rukun yang segala sesuatunya dibantu oleh pihak lain.

“Perjalanan adalan bagian dari penderitaan” salah satunya karena dini hari ini para Jemaah caon haji dikumpulkan untuk diberangkatkan, ujarnya seraya tersenyum lebar.

Disamping tujuan beribadah, juga sebagai duta bangsa, duta provinsi bahkan duta daerah, nama baik bangsa dititipkan pada Jemaah, baik buruknya nama baik bangsa bergantung pada sikap dan prilaku jemah calon haji nantinya, ikuti semua ketentuan yang ada termasuk waktu dan jadwal, Sabar, Sabar, sabar, sebab Allah menyayangi orang-orang sabar.

Mengakhiri prosesi ini, Sekretaris PPIH Makassar ini meminta JCH membawa pulang oleh-oleh yang diidamkan dirindukan oleh setiap muslim, bukan sekedar kurma, sejadah, tasbih melainkan oleh-oleh berupa predikat haji mabrur.

Komentar Pembaca

SPACE IKLAN

POPULER

SPACE IKLAN
To Top