News

Gusdurian Mudura Bukan Jaringan Gusdurian Indonesia

Alissa wahid

Jalur9.com Makassar- Hari-hari ini beredar berita di berbagai media yang mengangkat tentang adanya orang yang bernama Ra Fudoli yang mengaku dirinya sebagai ketua Gusdurian Madura dan menyatakan bahwa Gusdurian Madura akan mendukung Ibu Khofifah Indarparawansa untuk maju di Pilgub Jawa Timur. Kejadian tersebut berlangsung pada hari Minggu 18 Juni 2017 saat penyaluran bansos Program Keluarga Harapan (PKH) non tunai di Pendopo Kabupaten Sampang.

Via rilisnya ke Seputarsulawesi.com, Rabu (21/6), Presidum Jaringan Gusdurian Jawa Timur,  Kristanto Budiprabowo, Muhammad Iqbal dan A’ak Abdullah Al-Kudus menyatakan bahwa sampai saat ini belum pernah dibentuk komunitas yang bernama “Gusdurian Madura”, yang ada adalah Jaringan Gusdurian di Kabupaten Sampang dan Kabupaten Sumenep. Demikian juga, saat Rapat Koordinasi Nasional Jaringan Gusdurian, tidak ada perwakilan Gusdurian Madura maupun Pamekasan.

Berdasarkan data Seknas Jaringan Gusdurian, tidak ada nama Ra Fudoli sebagai pengurus di Jaringan Gusdurian, dan pihaknya pun menolak klaim sepihak yang diduga untuk menarik simpati dari Ibu Khofifah Indarparawansa maupun dari publik. Jaringan Gusdurian, menurutnya adalah arena sinergi bagi para Gusdurian (murid, penerus, pengagum pemikiran dan perjuangan Gus Dur) di ranah kultural dan non politik praktis.

Berkembangnya jaringan murid-murid Gus Dur, banyak yang mengaku dan mengatasnamakan komunitas Gusdurian untuk mendukung calon ini atau tokoh itu. Olehnya itu, melalui rilisnya, Presidium Jaringan Gusdurian Jawa Timur itu menegaskan bahwa Seknas Gusdurian teguh pada garis non politik praktis dan tidak pernah menyatakan dukungan kepada calon tertentu di setiap pilkada.

Lewat rilisnya tersebut, Presidium Jaringan Gusdurian Jawa Timur ini mengatakan, menjelang Pilkada, akan selalu hadir Gusdurian musiman, yaitu gusdurian yang hanya muncul untuk kepentingan kekuasaan dengan mendukung calon tertentu. Pada umumnya, mereka bukanlah orang-orang yang secara konsisten merawat warisan perjuangan Gus Dur dalam pendampingan rakyat.

Menurutnya, para Gusdurian musiman ini bertujuan mengkapitalisasi Gus Dur untuk kepentingan pilkada sesaat. Padahal Koordinator Jaringan Gusdurian Alissa Wahid tidak pernah dan tidak akan pernah menyatakan dukungan politik ke tokoh tertentu, karena hal itu sudah keluar dari tujuan besar Jaringan Gusdurian Indonesia.

“Apabila ada pihak yang mengatasnamakan Gusdurian mendukung tokoh atau calon tertentu dalam pilkada, bisa dipastikan mereka Bukan bagian dari Jaringan Gusdurian Indonesia. Dengan demikian, mereka tidak berhak mengatasnamakan Jaringan Gusdurian, Seknas Gusdurian, maupun Alissa Wahid selaku Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian,” tegas Presidium Jaringan Gusdurian Jawa Timur itu.

Sumber: Seputarsulawesi.com

Komentar Pembaca

SPACE IKLAN

POPULER

SPACE IKLAN
To Top