Jalur9.com, Palopo- Guna mempererat hubungan persaudaraan antar umat beragama, Jaringan GUSDURian Kota Palopo berkerjasama dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Palopo memperingati Haul ke-7 tahun wafatnya KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Gedung Nahdlatul Ulama (NU) Kota Palopo, Senin (26/12)

Acara yang bertemakan “Damai Itu Indah,” mengahdirkan dua orang narasumber, yaitu Dewan pembina GUSDURian Makassar Syaprillah Syahril dan Ketua Sinode GPIL Palopo, Pendeta Lambang Mandi’.

Kedua narasumber tersebut mengulas gagasan dan perjuangan Gus Dur serta kaitannya dengan dunia kekinian, di mana issu SARA yang kerapkali dimunculkan. Sehingga membuat sebagian kalangan di bangsa ini prihatin.

“Dalam melihat kondisi saat ini, sangat banyak issu beredar yang menyangkut ras, suku dan agama. Kami merasa nilai keislaman dan kemanusiaan yang diperjuangkan Gus Dur masih sangat relevan untuk kembali diwacanakan,” tutur Ishak saat dihubungi Jalur9.com, Senin lalu (26/12).

Lebih lanjut, Koordinator GUSDURian Kota Palopo ini mengatakan, pihaknya tidak hanya cukup jika hanya sekadar melakukan diskusi, tapi juga butuh pengaplikasian gagasan. “Kami merasa tidak cukup jika hanya sekedar diskusi saja, tapi kita butuh aplikasikan nilai-nilai yang diperjuangkan Gus Gur dalam kehidupan sehari-hari,” katanya lagi.

Sementara itu, ketua PMII Cabang Kota Palopo, Ridwan An-Nawawi mengatakan, kegiatan tersebut selain untuk memperingati Haul Gus Dur, juga sebagai ajang silaturrahmi antar masyarakat dan OKP. “Semoga dengan kegiatan ini perdamaian selalu dikedepankan dalam setiap tindakan yang kita kerjakan,” harapnya.