Fiksi

Firdaus Muhammad, Dari Pesantren Tak Gagap Politik

Firdaus Muhammad
Firdaus Muhammad (Ist)

Siapa yang tak kenal dengan sosok yang satu ini, wajahnya kerapkali menghiasi media televisi, media cetak dan online. Usianya juga masih terbilang muda, namun pengalaman dosen Komunikasi Politik UIN Alauddin Makassar ini tak perlu diragukan. Kiprahnya dalam analisis komunikasi dan politik telah membuatnya dapat berbagi pikiran kepada masyarakat luas.

Firdaus Muhammad, nama yang diberikan orangtuanya, awalnya mungkin tak begitu menaruh minat pada politik, tapi saat ditempa dipesantren, bicara politik bukan tanpa alasan. Kaum pesantren mengenal politik melalui kitab Al-Ahkam al-Sulthaniyah. Kaum pesantren pun dituntut sadar politik dan media, anggapan jika kaum pesantren inferior dinilai Firdaus sebagai amatan yang keliru.

Lahir di Wajo, 20 Februari 1976. Pendidikan dasarnya dimulai Madrasah Ibtidaiyah hingga Madrasah Tsanawiyah di Pesantren As’adiyah di Kabupaten Wajo. Menempuh pendidikan di pesantren juga tidak terlepas dari keinginan orang tuanya.

Almarhum ayahnya seorang imam desa dan ibu seorang guru mengaji, setelah tamat Tsanawiyah di Wajo, Firdaus hijrah ke Makassar dan masuk Madrasah Aliyah di Pesantren An-Nahdlah. Di Pesantren ini, Firdaus, mengaji kitab kuning langsung dibawah bimbingan “khusus” almarhum AGH Muh Harisah AS, selaku pimpinan Pesantren An Nahdlah sejak 1992 hingga akhir 1999.

“Jadi selama kuliah di UIN Alauddin 1995-1999, saya tetap mengaji di Pesantren An Nahdlah. Akhir tahun 1999 saya merantau ke Lampung, melanjutkan S2 hingga terangkat menjadi dosen di IAIN Raden Intan Bandar Lampung dan akhir tahun 2005 melanjutkan S3 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selesai awal 2008,” kenangnya.

Tahun 2009 Firdaus Muhamad kembali ke Makassar, mengabdi di almamaternya, UIN Alauddin Makassar, mengampuh mata kuliah Komunikasi politik hingga sekarang. “Saya juga kembali mengabdi di Pesantren An Nahdlah selain di UIN, jadi saya kembali ke almamater,” jelas Doktor Komunikasi Politik ini.

Kecintaannya pada dunia politik dan pesantren melatarbelakanginya untuk selalu produktif. Kini ia telah dipercaya mengsisi kolom khusus terkait sejarah ulama setiap hari Jumat di Tribun Timur, sebagai prestasi tersendiri dari Firdaus yang juga pengurus Majelis Ulama Indoensia (MUI) Sulsel ini.

Suami dari Khaerun Nisa Harisah SPd I MA, memiliki ghirah yang luar biasa, dalam membangun SDM pesantren dan kaum muda Nahdliyin.

Biodata
Nama : Dr. Firdaus Muhammad, MA
Lahir : Wajo, 20 Februari 1976
Pendidikan : Pesantren As’adiyah Wajo
: Pesantren An Nahdlah Makassar
: S1 IAIN Alauddin Makassar
: S2 IAIN Raden Intan Bandar Lampung
: S3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Pekerjaan : Dosen Komunikasi Politik UIN Alauddin Makassar
: Guru Pesantren An Nahdlah Makassar
Alamat : Jln. Tinumbu Lr. 149 /6A Makassar

Organisasi
Kader PMII
Direktur The Political Society, Makassar
Ketua Umum IAPAN (Ikatan Alumni Pesantren An-Nahdlah)
Pengurus IKAKAS (Ikatan Alumni Pesantren As’adiyah)
AJI Lampung (2003-2005)
DKL (Dewan Kesenian Lampung), (2007-2009)
Ketua Lakpesdam Lampung (2005-2009)
Koordinator Kajian Afkar Circle Lampung (2004-2009)
Pengurus MUI Sulsel.

Pengalaman Mengajar:
Dosen IAIN Raden Intan Lampung (2002-2009)
Dosen UIN Alauddin Makassar (2009-sekarang)
Guru Pesantren An-Nahdlah (2009-sekarang)

Prestasi: Lulusan S3 Terbaik UIN Jakarta Tahun 2008

Laporan : MWR

Komentar Pembaca

SPACE IKLAN

POPULER

SPACE IKLAN
To Top