Jalur9. Com, Makassar-  Ada empag golongan manusia yang dirindukan syurga. Hal tersebut sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Surga itu merindukan kepada 4 golongan, yaitu orang yang membaca Al-Qur’an, orang yang menjaga lidah, orang yang memberi makan kepada orang yang sedang kelaparan dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan.”

Pertama, talil Quran yaitu surga sangat merindukan orang yang senantiasa membaca Al Quran dalam kesehariannya. Sebab ada pahala besar bagi orang yang senantiasa membacanya, bahkan setiap huruf Allah akan membalasnya dengan 10 kebaikan.

Siapa-siapa yang dimaksud dengan talil Quran, yaitu yang pertama, orang yang senantiasa sholat karena jika kita sholat pasti baca Al Quran. Yang kedua, orang yang membaca Al Quran untuk diamalkan, sebab Al Quran diturunkan untuk dijadikan pedoman hidup bagi umat manusia.

Kedua, surga juga merindukan seorang yang senantiasa menjaga lidah meskipun lidah tidak bertualang  namun lebih tajam daripada pisau. Orang yang selalu menjaga lidahnya pasti berhati-hati ketika mengeluarkan perkataan agar tidak menyinggung perasaan orang lain. Sebab dampaknya sangat luar bisa jika kita tidak berhati-hati menjaga lidah.

Ketiga, surga juga merindukan orang yang memberi makan kepada orang yang sedang kelaparan termasuk orang yang memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa. Satu orang yang buka puasa di rumah kita maka kita mendapatkan pahala dari orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa. Setiap perbuatan yang baik sekecil apapun pasti Allah akan membalasnya.

Keempat adalah orang yang berpuasa pada bulan Ramadan, juga sangat dirindukan syurga. Inilah beberapa bahasan yang disampaikan Usman Azis saat membawakan ceramah Ramadhan di Masjid Al Fatifh Al Anshar, Tello Baru Makassar, malam tadi, 1/7/2016.

“Disini saya hanya menjelaskan isi puasa jangan sampai kita lupa kita tidak menjaga isinya. Adapun yang membatalkan pahala puasa yang pertama, adalah gibah menceritakan aib seseorang kepada orang lain, dan yang kedua tidak menjaga pandang mata apalagi memandang dengan pandangan birahi ini juga membatalkan pahala puasa kita.” Terang Usman Azis. (Hamsyim/Mujib)