News

BNPT : Sama Seperti Narkoba, Radikalisme Bisa Menjadi Candu 

Mandatory Credit: Photo by REX USA (2642870a)  Hayat Boumeddiene, far right  Hayat Boumeddiene 'appears in Islamic State film' - 06 Feb 2015  The latest video released by French-speaking Islamic state (ISIS), fighters may be Hayat Boumeddiene, who is believed to have knowledge about the deadly January 9, 2015 attack on a Paris kosher grocery,The video, titled "Blow Up France 2," was released Tuesday and shows an ISIS fighter praising previous attackers in France and calling for new attacks. The video shows a woman standing next to the speaker, wearing camouflage clothing and holding a weapon. French authorities are investigating the possibility this woman could be Hayat Boumeddiene. Her husband, Amedy Coulibaly, killed four hostages January 9 at a kosher grocery in Paris, authorities said. He was killed by police in a rescue and the remaining hostages fled to safety.

Mataram – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), terus berupaya melakukan upaya pencegahan penyebarluasan paham radikal terorisme, khususnya ke genarasi muda. Di Mataram, Nusa Tenggara Barat, kepada pelajar BNPT berpesan bahwa radikalisme bisa menjadi candu layaknya Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (Narkoba). 

Pelibatan generasi muda di kegiatan pencegahan terorisme dilaksanakan oleh BNPT dalam kemasan Workshop BNPT Video Festival yang merupakan rangkaian dari lomba video pendek BNPT 2017. Kegiatan ini diikuti oleh 35 pelajar setingkat SMA dan sederajat dari sejumlah kota dan kabupaten di NTB.

“Kepada anak-anak sekalian kami sampaikan jangan sekali-kali mendekati atau bahkan mencoba menjadi radikal, karena paham radikal terorisme sama seperti Narkoba yang membuat kecanduan,” kata Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi Intang Dulung dalam sambutan pembukaan kegiatan, Rabu (2/8/2017). 

Andi Intang menambahkan, pelibatan generasi muda menjadi salah satu prioritas Pemerintah  dalam pencegahan terorisme, karena potensi keterpaparan yang sangat tinggi. Dikatakannya, catatan pelaku terorisme saat ini didominasi berusia muda. 

“Kalaupun ada yang berusia tua, mereka yang saat ini sudah ada di penjara. Mereka semua terpapar radikalisme dan terlibat terorisme du usia muda seperti kalian,” urai Andi Intang. 

Terkait penggunaan video sebagai pendekatan dalam pelibatan generasi muda,  Andi Intang menyebutnya sebagai sebuah inovasi mengikuti perkembangan teknologi. Video juga dikatakannya sebagai sarana yang efektif untuk membendung penyebarluasan paham radikal terorisme, khususnya di dunia maya. “Kenapa menggunakan video, karena ini yang disukai anak muda sekarang.  Tidak ada anak muda yang tidak memiliki gadget, dan kami ingin gadget kalian gunakan secara positif,” tandasnya.

Untuk menyemangati keikutsertaan pemuda dalam pencegahan terorisme melalui pendekatan video sebagai materi kontrapropaganda,  Andi Intang memastikan adanya apresiasi dari BNPT atas setiap video yang dihasilkan di diikutkan dalam lomba video pendek BNPT. Dia juga menyebut adanya pemateri dari kalangan sineas dan praktisi perfilman yang akan membagikan ilmu terkait pembuatan video yang baik. 

“Tahun lalu ada perwakilan dari NTB yang masuk final, dan bahkan jadi salah satu pemenang.  Saya ingin tahun ini prestasi pelajar di NTB bisa semakin baik,” pungkas Andi Intang. 

BNPT Video Festival di NTB diselenggarakan oleh BNPT dengan menggandeng Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) NTB. Ini merupakan salah satu metode  yang dijalankan dari kegiatan Pelibatan Pemuda dan Perempuan dalam Pencegahan Terorisme. 

Komentar Pembaca

SPACE IKLAN

POPULER

SPACE IKLAN
To Top