News

BNPT RI Gelar Pelatihan Pembuatan Video Pencegahan Teroris

video

Jalur9.com, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar pelatihan secara mendalam kepada 10 orang pelajar dari 10 sekolah terpilih dari sejumlah kota di Indonesia. Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam pembuatan video pencegahan terorisme.

“Sepuluh orang pelajar itu adalah finalis yang masuk sepuluh besar lomba video pendek siswa SMA sederajat yang dilaksanakan BNPT untuk kepentingan pencegahan terorisme di kalangan pemuda dan perempuan,” kata Kepala Sub Direktorat Kewaspadaan Direktorat Pencegahan BNPT, Andi Intang Dulung di Jakarta, Kamis (23/11/2016).

Andi Intang menjelaskan, pelatihan dilaksanakan selama 3 hari, terhitung sejak tanggal 22 hingga 25 November mendatang. Sejumlah praktisi perfilman dilibatkan untuk memberikan pelatihan, yaitu peneliti dari Kalbis Institute, Dyah Kusumawati, dokumentaris dari Watchdoc, Dhandy Dwi Laksono, sineas Samuan Film, Chandra Wibowo, penulis scenario dari Multivision, Swastika Nohara, dan sineas muda Miles Film, Ratrikala Bhre Aditya.

“Pelatihan dilakukan di dalam dan luar ruangan, dimulai dari teori hingga praktik. Seperti sore ini, peserta dibawa ke beberapa lokasi di Jakarta untuk praktik pengambilan gambar,” jelas Andi Intang.

Dijelaskan oleh Andi Intang, tujuan dari kegiatan ini untuk mengakomodir aspirasi para generasi muda agar sadar dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi. “Sekaligus menumbuhkan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda agar dapat memahami NKRI secara utuh,” ujarnya.

Terkait lomba video pendek yang sudah dilakukan, masih kata Andi Intang, dilaksanakan sejak bulan Maret hingga November 2016 di 32 provinsi se Indonesia. BNPT menggandeng Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) untuk melaksanakannya.

“Dari masing-masing provinsi kami pilih 3 video terbaik dan dilombakan di tingkat nasional. Sepuluh video terbaik yang dipilih oleh juri akan masuk babak grand final, yang malam anugerahnya dilaksanakan Jumat malam besok,” urai Andi Intang.

Dalam penilaian terhadap video-video yang dilombakan, BNPT juga mewajibkan kepada peserta untuk mengunggahnya ke media sosial. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya cyber war untuk membendung maraknya peredaran video yang mengajarkan radikalisme terorisme di dunia maya.

“Jadi ada banyak tujuan yang didapat dari lomba ini. Anak didik yang mengikuti bisa semakin meningkat nasionalismenya, sekaligus mereka juga memproduksi video untuk membendung radikalisme terorisme,” pungkas Andi Intang. (Aras)

Komentar Pembaca

SPACE IKLAN

POPULER

SPACE IKLAN
To Top