Fiksi

Beredar Seruan Moral Mantan Sekjen PMII Terkait Reuni Alumni

Sekretaris Jenderal PMII 1997-2000, Usman Sadikin Anchu

MAKASSAR – Beredar luas pesan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) 1997-2000, Usman Sadikin terkait kepedulian alumni PMII Sulsel. Pesan tersebut beredar luas di media sosial, sejumlah grup whats-app dan BlackBerry Mesengger.

Pesan mulai beredar jelang pelaksanaan Reuni dan Halal Bi Halal Ikatan Keluarga Alumni PMII (IKA-PMII) Sulsel, di Sandeq Ballroom Grand Hotel Clarion, Makassar, Minggu (10/7/2016).

Intinya dalam pesan tersebut, mengharapkan agar alumni PMII lebih meningkatkan kepekaan terhadap organisasi “biru-kuning” ini, baik kaderisasi maupun kepedulian terhadap pengembangan PMII.

“Susah diterima oleh nalar intelektual, kalau seseorang marasa dan mengaku kader, alumni dan warga PMII, lalu dia tidak memperkenalkan PMII kepada anak cucunya,” sebut Anchu sapaan akrab Usman dalam pesan tersebut.

Usman memberi penjelasan mengenai Rasulullah SAW yang membawa ajaran tentang kebenaran, juga Hasyim Asy’ari yang mendirikan NU.

“Hadaratus Syekh Hasyim Asy’ari, ketika dengan sahabat-sahabatnya mendirikan NU. Karena beliau-beliau ini. yakin dengan seyakin yakinnya. Dan juga meyakini bahwa NU itu alat perjuangan yang benar dan baik. Maka NU mereka perkenalkan kepada anak-anaknya, keluarga-keluarganya., sahabat-sahabat para ulama,” tulisnya.

Berikut Pesan tersebut :

Ketika Kanjeng Pangeran Nabi Muhammad SAW menjelang wafat.
Beliau memanggil putri kesayangannya.. FATIMAH.

Lalu beliau bersabda… wahai anakku…
Saya tidak meninggalkan apa-apa terhadapmu.. dan terhadap sahabat-sahabatku… keluarga ku dan keturunan ku kelak. Kecuali kebenaran perjuangan… saya hanya meninggalkan ajaran tentang kebenaran…

Yang kelak dikemudian hari.. ajaran tentang kebenaran yang Kanjeng Nabi maksudkan telah dilembagakan dan melembaga… sampai hari ini.. wadah itu masih ada..yakni “ISLAM”.

Kenapa Kanjeng Nabi nekad tidak mewariskan apa-apa kepada anak cucunya dan pengikutnya..kepada generasinya..?????

Karena beliau meyakini.. bahawa hanya dengan  idiologi perjuangan tentang kebenaran.. hanya dengan wadah perjuangan Islam yang bisa menuntun anak-anaknya.. mengantar anak-anaknya.. membimbing para sahabat-sahabat dan generasinya ke jalan yang benar. Seperti itulah keyakinan harus diyakini.

Banyak dan semua orang punya keyakinan… tapi tidak semua orang yakin dan setia dengan keyakinannya. Kalau kita yakin bahwa PMII itu wadah yang mampu memperbaiki orang.. mampu menjadi pembimbing manusia untuk menjadi baik..

Maka agak susah diyakini dan agak susah di terimah nalar nurani..
Kalau PMII kita tidak jaga sampai akhir hayat kita. Kalau memang ada sedikit saja. sekecil zarra saja dalam hati kita meyakini bahwa PMII itu jalan terbaik untuk memperbaiki manusia khususnya calo-calon  intelektual.

Sama susahnya di terima oleh nalar intelektual, kalau seseorang marasa dan mengaku kader, warga PMII, lalu dia tidak memperkenalkan PMII kepada anak cucunya.

Karena seperti itulah cara pewarisan nilai…
Karena nilai itu abadi.

Dan seperti itu juga
Hadaratus Syekh Hasyim Asy’ari… ketika dengan sahabat-sahabatnya mendirikan NU..
Karena belaiu-beliau ini.. yakin dengan seyakin yakinnya..
Dan juga meyakini.. bahwa NU itu alat perjuangan yang benar dan baik..

Maka NU mereka perkenalkan kepada anak-anaknya… keluarga-keluarganya… sahabat-sahabat para ulama..

Akhirnya NU pasca Hasyim Asy’ari… dipimpin oleh putra-puteranya.. yang kemudian kita kenal KH Wahid Hasyim.. mantan Mentri Agama…. KH. Abdurrahman Wahid *(putranya) cucu Hasyim Asy’ari yang di kenal dengan panggilan Gus Dur..kemudian menjadi presiden RI…ada lagi regenerasinya…

Kalau kita meyakini Nabi MUHAMMAD DAN HASYIM ASY’ARI.. adalah org baik.. dan layak diikuti sebagai panutan.

Maka mestinya..PMII dan aktifisnya… apa lagi yang siang -malam.berteriak sebagai kader karatan di PMII, belajar dari dua tokoh ini

Tulisan ini hasil dialog IMAJINER dengan KANJENG NABI MUHAMMAD DAN HADARATUS AYEH HASYIM ASY’ARI.

Selamat lebaran
Dan tidak perlu minta maaf.
Karena kita semua sudara, keluarga.. sahabat..

Dalam keluarga..sahabat tidak dikenal dosa karena akibat antar sesama.. artinya jangan ada dusta di antara kita..
Wassaalam
Usman Sadikin Ancu

Komentar Pembaca

SPACE IKLAN

POPULER

SPACE IKLAN
To Top