DEPOK – Air Mata Ketua Dewan Syuro PKB Sulsel, Anwar Sadat tak terbendung saat pemakaman mantan Ketua Umum PBNU 1999-2010, KH Hasyim Muzadi. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu meninggal dunia, setelah di rawat di Rumah Sakit Lavalette, Malang, Jawa Timur.

Jenazah KH Hasyim Muzadi tiba di area Pondok Pesantren Al Hikam, Kamis (16/3) pukul 16.00. Salat jenazah segera dilakukan dipimpin oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.

Jamaah shalat jenazah pun membludak hingga keluar masjid, ada yang shalat di tangga masjid hingga lapangan parkir bus. Jenazah kiai kharismatik itu diturunkan ke liang kubur pukul 17.05 WIB.

“Shalat Jenazah sudah 21 kali dilakukan, kemungkinan masih beberapa kali, Karena banyaknya pengatar hingga di pemakaman,” kata Anwar Sadat, Anggota DPRD Sulsel itu.

Anwar Sadat yang juga putera (alm) AGH Abd Malik, tak bisa menahan tangisnya ketika memberi takzim terakhir jenazah KH Hasyim Muzadi ke liang lahat. Dia semakin lesu ketika sang Guru sudah tertimbun tanah.

Bukan apa-apa, Anwar Sadat dikenal memiliki “kedekatan khusus” dengan KH Hayim Muzadi, kedekatan itu layaknya hubungan ayah dan anak, guru dan santri.

Saat mendengar sang guru wafat, Anwar Sadat langseung “bergerilya” mencari tiket dan berangkat ke Jakarta untuk megikuti prosesi pemakaman di Depok.

“Alhamdulillah kami banyak dapat ilmu dari beliau sejak Muktamar PBNU di Makassar yang lalu. Kyai ulama kharismatik, bersahaja. Kalau beliau di Makassar, kadang beliau panggil untuk temani cerita di kamarnya. Terakhir Saya berdua di kamar beliau ketika ada pertemuan ulama di Hotel Clarion. Beberapa kali juga beliau menginap dirumah,” kenang anggota Komisi A ini.