Artikel

5 Makam Wali Di Sulsel Yang Harus Anda Ziarahi

syekh yusuf

Jalur9.com – Ziarah kubur termasuk ibadah yang mulia di sisi Allah bila dilandasi dengan prinsip wasath. Tentunya prinsip ini tidak akan terwujud kecuali harus diatas bimbingan sunnah Rasulullah.

Nah, di Sulawesi Selatan terdapat beberapa makam wali dan ulama yang menarik untuk diziarahi dilansir dari bicara.id.

Kuburan Dato Ri Tiro

Kuburan atau Pemakaman Dato Tiro di kampung Hila-hila, Kecamatan Bontotiro, Bulukumba.. Kuburan ini telah ada sejak ratusan tahun lalu. Walau telah berumur tua, namun kondisinya masih terjaga.

DATUK

foto : Ancha Hardiansya @pajokkka

Dato Tiro atau nama aslinya Syekh Nurdin Ariyani sendiri adalah tokoh penyebar Islam ke Bulukumba, bahkan Sulsel secara umum.

Ia adalah putra asli Minangkabau. Untuk mengunjungi kuburan ini, wisatawan dilarang membawa alat perekam kedalam. Itulah yang membuat hingga hari ini belum ada foto yang memperlihatkan bentuk kuburan Dato Tiro. Tidak jauh dari tempat ini, wisatawan juga bisa menikmati permandian air panjang yang kisahnya juga tidak terlepas dari kesaktian Dato Tiro.

Kuburan Datuk Ri Bandang

Makam Datuk Ri Bandang dapat dijumpai di Jalan Sinassara, Kelurahan Kalukubodoa, Kecamatan Tallo, arah utara Kota Makassar. Datik Ri Bandang sama dengan Dato Tiro, merupakan tokoh asli Minangkabau yang hijrah ke Sulawesi Selatan untuk menyebarkan agama Islam.

Datuk Ri Bandang memiliki nama asli Abdul Makmur dengan gelar Khatib Tunggal. Ia menyebarkan agama Islam ke kerajaan-kerajaan di wilayah timur nusantara, yaitu Kerajaan Luwu, Kerajaan Gowa, Kerajaan Tallo dan Kerajaan Gantarang (Sulawesi) serta Kerajaan Kutai (Kalimantan) dan Kerajaan Bima (Nusa Tenggara).

 Makam Pangeran Diponegoro

Pahlawan Nasional asal Yogyakarta ini dikebumikan di Makassar, tepatnya di Jl. Diponegoro, Kelurahan Melayu, Kecamatan Wajo, Makassar, Sulawesi Selatan. Lokasinya berada di tepi jalan dengan luas pemakaman yang kecil. Walau begitu, cukup terawat dan teduh saat berada di dalamnya.

aaa.pngssss

Pangeran Diponegoro memang punya sejarah panjang dengan tanah Makassar. Saat diasingkan oleh Belanda, ia menghabiskan sisa hidupnya di Makassar selama 21 tahun, hingga dimakamkan di tempat ini. Bersiarah ke tempat ini sekaligus merefleksikan perjuangan panjang anak tertua Sultan Hamengku Buwana III tersebut.

Makam Syekh Yusuf

Makam Syekh Yusuf diyakini ada lima. Namun, orang Makassar sangat yakin kalau jasad asli Syekh Yusuf ada di kawasan pemakaman Lakiung, atau saat ini lebih dikenal dengan Ko’bang, yang berada di Jalan Syekh Yusuf, perbatasan Gowa dan Makassar.

syekh yusuf

foto : Ancha Hardiansya @pajokkka

Cerita panjang proses pemindahan jasad Syekh Yusuf yang wafat di Afrika membuat banyak tempat yang disinggahi. Tempat-tempat itulah yang diyakini memiliki kuburan Syekh Yusuf. Pahlawan nasional ini memang diasingkan ke Afrika oleh penjajah Belanda. Pengasingan itu malah membuatnya jadi pahlawan di dua negara, Indonesia dan Afrika.

Jadi sangat sayang, kalau ke Makassar tidak menyempatkan diri berziarah ke makam Syekh Yusuf.

Kuburan Datuk Patimang

Sama seperti kedua saudaranya, Dato Ri Tiro dan Datuk Ri Bandang, Datuk Patimang juga adalah ulama asal Minangkabau. Ia hijrah dan menyiarkan Islam di seantero tanah Luwu. Hingga akhirnya meninggal dunia dan di makamkan di tempat tersebut. Kuburannya bisa ditemukan di desa Patimang, Luwu.

datuk patimang

foto : Ancha Hardiansya @pajokkka

Datuk Patimang bernama asli Datuk Sulaiman dan bergelar Khatib Sulung. Bersama saudaranya Datuk Ri Bandang, ia telah mengislamkan kerajaan Luwu kala itu. Setelah Luwu menganut Islam, Datuk Ri Bandang pindah ke Makassar dan memulai syiar agama di tempat ini juga. (zul)

 

 

Komentar Pembaca

SPACE IKLAN

POPULER

SPACE IKLAN
To Top