Gowa – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku kembali menyelenggarakan Bimbingan Teknis Komoditi Nasional Angkatan XCV (Cabai)  dan Angkatan XCVI (Kedelai) di Aula Hasanuddin BBPP Batangkaluki, Jumat (23-03-2018).

Berlangsung selama 2 Hari, 23 s/d 24 Maret 2018, dihadiri 100 orang peserta yang berasal dari 10 Kabupaten di Sulawesi Selatan,  diantaranya Soppeng,  Wajo, Bone, Enrekang, Bantaeng,  Pinrang, Jeneponto, Takalar, Maros dan Makassar. 

Muhlis Muri, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan membuka BIMTEK komoditi Nasional. 

Ia menyampaikan bahwa kita punya strategi yang dimana ini akan menjadi strategi yang menyangkut masalah kebutuhan.

“Kemudian kita memang punya potensi memang layak untuk dikembangkan  artinya sesuai dengan kondisi petani kita,  selain itu kita memiliki iklim luar biasa dibanding daerah lainnya (3 Iklim), maka melihat dari kondisi yang ada dan menjadi kebutuhan masyarakat. Ini sangat penting  karena Cabe dan kedelai merupakan penyeimbang inflasi sehingga pemerintah konsen di hal itu,” katanya.

“Salah satu strategi kita adalah mendorong masyarakat untuk mengembangkan, tetapi bagaimana masyarakat ini bisa diuntungkan oleh komoditi itu, sehingga masyarakat punya minat untuk menanam komoditi strategis,  kemudian pasar harus jelas,  sepanjang pasar itu ada dan menguntungkan segi ekonomis petani akan melakukannya” tambahnya.

Sedangkan untuk kedelai sebelumnya pernah disampaikan bawah tidak sama lagi waktu tahun 80an,  kedelai dan jagung saat itu memiliki harga jual yang sama atau tidak jauh beda,  sehingga petani berminat untuk kedelai,  tetapi setelah harga kedelai nilai jualnya lebih rendah dibanding jagung petani rame-rame menanam jagung. 

“Dengan BIMTEK ini ada semangat kita untuk menaman komoditi nasional karena dengan adanya komiditas ini pemerintah pasti sudah memberikan solusi pasar dan penetapan harga yang menguntungkan sehingga  kedepan kesejahteraan petani lebih meningkat”, harapnya.